
DUTANARASI.COM – Para petani perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kutai Kartanegara (Kukar) kini menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Berkat panen yang mereka hasilkan, harga komoditas seperti cabai dan bawang mulai terkendali setelah sempat melambung tinggi beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Sutikno, mengungkapkan bahwa peran KWT semakin nyata dalam menekan inflasi daerah.
“Saat ini harga gabah mengalami penurunan karena KWT-KWT sudah mulai panen, pada tahun lalu, kami mengalokasikan Rp2,6 miliar untuk mendukung 40 KWT di 12 kecamatan, dan kini hasilnya mulai terasa di pasar,” ujarnya pada Selasa (11/3/2025).
Dukungan terhadap KWT akan semakin besar tahun ini, dengan anggaran hampir mencapai Rp6 miliar untuk membantu 150 kelompok.
Lanjut dia, setelah bulan Ramadan nanti, Pemkab Kukar akan menggelar panen raya yang rencananya dihadiri langsung oleh Bupati Kukar.
Hasil panen ini terbukti membawa dampak positif bagi harga pangan, harga cabai yang sempat melonjak hingga Rp150.000 per kilogram kini turun ke kisaran Rp75.000 hingga Rp80.000.
Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih juga lebih stabil, dengan bawang putih berada di angka Rp32.000 per kilogram.
Dengan semakin banyaknya perempuan yang aktif dalam pertanian, Kukar tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat pedesaan.
“Kita berharap kedepannya peran KWT semakin diperkuat agar ketahanan pangan tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah,” pungkas Sutikno. (adv/Iam)