
Sekretaris Gelora Kukar, Aspin Anwar
DUTANARASI.COM – DPD Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Kutai Kartanegara telah memutuskan untuk mendukung dr. Aulia Rahman Basri dan H. Rendi Solihin sebagai calon Bubati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara di Pemilihan Suara Ulang (PSU) Kutai Kartanegara pada 19 April 2025 mendatang.
Keputusan ini muncul karena Partai Gelora berpandangan Aulia adalah “man of the moment” pada PSU 2025 ini. Karena ada momentum yang baik di daerah maupun di tingkat Kalimantan Timur (Kaltim).
Dengan kata lain, kehadiran Aulia di PSU 2025 merupakan momentum untuk menjaga kepentingan daerah Kukar dan momentum geopolitik yang bertemu dalam satu kebutuhan yang sama.
“Dokter Aulia menjadi orang yang tepat sebagai jawabannya yang di percayai oleh Edi Damansyah. Jadi, mengapa Aulia? Jawabannya karena Aulia adalah “man of the moment”. Ini momentum Aulia, seperti biasa orang memilih “man of the year”,kata Aspin Anwar, Sekretaris Partai Gelora dalam keterangannya.
Pernyataan itu disampaikan Aspin Anwar dalam acara Silaturrahmi bersama tim internal relawan Gelora di kediaman Ketua DPD Gelora H. Suriadi, Sabtu (5/4/2025) siang tadi.
Aspin menjelaskan, Partai Gelora sebelumnya telah menyampaikan empat pertimbangan dasar dalam mendukung calon Bupati di PSU yang menggantikan Edi Damansyah.
Yakni pertimbangan agama, geopolitik, kepentingan daerah, serta kepentingan Partai Gelora sendiri dalam memilih Aulia.
“Nah, keempat pertimbangan ini bertemu semua situasinya dan Aulia adalah jawabannya. Itu sebabnya saya menyebut beliau sebagai ‘man of the moment,” katanya.
Aspin lantas menjelaskan, situasi tersebut dimulai dari perspektif geopolitik baik itu nasional sampai ke daerah, dimana pada PSU 2025 nanti akan menjadi pemilihan yang sangat menentukan.
Karena selain di Kukar, ada juga pemilihandi tempat lain yang akan menentukan jalannya situasi geopolitik ke depan seperti PSU Mahakam Mahulu Kaltim dan daerah Provinsi lainnya.
Aspin menegaskan, situasi geopolitik di tingkat nasional akan berdampak untuk daerah juga, sekarang sudah pada tingkat kekacauan yang hampir tidak terkendali. Artinya, permainan geopolitik sekarang akan membawa dampak untuk Kutai Kartanegara nantinya.
“Situasi ini membuat Kukar membutuhkan seseorang pemimpin yang bisa menavigasi di tengah situasi yang sangat kompleks ini. Insya Allah Auli bisa menjawabnya, “ucap Aspin Anwar.
Sekretaris Partai Gelora ini berpandangan, bahwa ini adalah seperrti politik jalan tengah adalah politik populasi yang memikirkan semua kepentingan daerah dan rakyat Kukar, bukan kepentingan satu kelompok atau golongan saja.
Untuk itu, diperlukan sosok pemimpin yang bisa menyatukan semua seperti Aulia. Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kukar itu, juga dianggap lebih mengerti situasi geopolitik daerah sampai nasional sekarang dibandingkan kandidat lain.
“Aulia adalah pemimpin yang bisa membuat Kukar tidak menjadi medan tempur bagi kekuatan daerah. Sebab, penyakit terbesar kita adalah gampang dipecah secara agama, geografi, dan ras. Potensi pembelahan akan lama kalau ditambah disiram isu ekonomi dan intervensi pemain luar,” tegasnya.
Aspin Anwar menegaskan, perlunya orang kuat di sini yang bisa menyatukan semua kepentingan-kepentingan kelompok, sejak Pilkada 2020 lalu mendukung Edi Damansyah hingga sekarang menjadi dasar bagi Partai Gelora untuk memberikan dukungan kepada Aulia sebagai pengganti Edi Damansyah di PSU Kukar 2025.
“Aulia, bukan hanya sekedar pemimpin yang bisa mengkonsolidasi para pemangku kepentingan dan menjaga kepentingan daerah, tetapi juga bisa mewujudkan Kukar menjadi arah baru menuju Indonesia Emas 2045, “Kata Aspin Sekretaris Gelora Kukar.
“Jadi, dari empat perspektif pertimbangan, mengapa Partai Gelora mendukung Aulia, itulah penjelasannya. Dan selain kuat, Aulia juga orangnya amanah. Kita tidak sedang mencari orang sempurna, tetapi orang yang tepat dengan situasi ini,” ucapnya.
Meskipun mendukung Aulia – Rendi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kukar di PSU, Aspin mengajak pendukung Aulia-Rendi maupun pendukung calon lain agar tidak mengkampanyekan calon mereka masing-masing secara berlebih-lebihan.
“Saya mengutip Ketua Umum saya Pak Anis Matta, kata beliau dalam hadits diajarkan, ketika kita mendukung seseorang, maka kita hanya bisa menduga kebaikan orang itu, tetapi Allah tetap yang lebih tahu. Jadi jangan mengkultuskan, dan tidak berlebih-lebihan dalam memberikan dukungan, karena Allah SWT yang lebih tahu,”tutupnya. (*)
penulis: Mansyah