DUTANARASI.COM – Car Free Day (CFD) di Tenggarong tak lagi sekadar arena olahraga akhir pekan, pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini tengah menata ulang kawasan ini agar tampil lebih tertib, nyaman, dan menjadi ruang publik multifungsi yang mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan.
Bupati Kukar Edi Damansyah menegaskan bahwa CFD kini menjadi kebutuhan warga, tingginya antusiasme masyarakat setiap pekan, menurutnya, menunjukkan pentingnya ruang terbuka yang aman dan representatif di pusat kota.
“CFD ini memang jadi kebutuhan, karena itu, kami siapkan titik-titik ikonik seperti di depan Museum Mulawarman dan Jalan Kartanegara yang ke depan akan kami lengkapi dengan pasar seni,” ujar Edi, Minggu (21/4/2025).
Tak hanya memperindah kawasan, Pemkab Kukar juga mendorong keterlibatan pelaku UMKM lokal, CFD diharapkan menjadi ajang promosi produk khas Kutai melalui booth dan tenda yang sudah disiapkan agar tampak seragam dan tertata.
“Kami ingin CFD ini tertata. Tidak boleh lagi ada pedagang yang narik terpal atau berjualan sembarangan. Semua akan kita fasilitasi lewat program Kukar Idaman,” tegasnya.
Edi juga mengungkapkan rencana ambisius membangun jembatan penghubung dari Jalan Kartini Panjaitan menuju Monumen Barat, kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon kota baru yang bisa menampung berbagai agenda komunitas.
“Kalau titik kumpulnya banyak, itu artinya kita membuka lebih banyak ruang untuk pelaku usaha dan interaksi masyarakat, itulah tujuan akhirnya,” tambahnya.
Dengan penataan ini, CFD Tenggarong diharapkan menjadi wajah baru kota yang ramah, produktif, dan mendukung gaya hidup sehat sekaligus ekonomi rakyat. (adv/Iam)


