Harapan Baru Warga Karya Tani: Dari Bising Diesel Menuju Terangnya Listrik PLN

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


DUTANARASI.COM - Bagi warga Dusun Karya Tani, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, suara bising mesin diesel sudah lama menjadi latar musik kehidupan sehari-hari. Bertahun-tahun, mereka hanya bisa mengandalkan mesin sederhana itu untuk memenuhi kebutuhan listrik. Tak jarang, biaya bahan bakar yang tinggi justru membebani ekonomi keluarga.

Namun kini, harapan baru mulai tumbuh. Pada Kamis (22/5/2025), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama sejumlah pihak menggelar rapat koordinasi membahas percepatan serah terima operasional jaringan listrik di kawasan tersebut. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyebut rapat ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga dan Pemerintah Desa Batuah mengenai belum tersambungnya jaringan PLN di RT 48 dan RT 49 Dusun Karya Tani.

Selama ini warga masih mengandalkan mesin diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik harian. Tentu ini sangat membebani mereka secara ekonomi, ungkap Arianto, Jumat (30/5/2025). Upaya menghadirkan listrik bagi dusun terpencil ini sejalan dengan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kukar bertajuk Terang Kampongku.

Jika akses PLN tidak memungkinkan, solusinya adalah membangun Pembangkit Listrik Swadaya (PLS) Komunal. Namun hasil kajian teknis justru membawa kabar baik yaitu jaringan PLN masih memungkinkan menjangkau wilayah dataran tinggi di Batuah. Menurut Arianto, PLN siap membangun jaringan sepanjang 5,1 kilometer, asalkan dokumen kerja sama pemanfaatan kawasan yang dilintasi jaringan dapat dipenuhi.

Pasalnya, sebagian jalur melewati kawasan hutan di Bukit Soeharto, yang termasuk wilayah pengembangan IKN. Sebenarnya, Pemkab Kukar sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,6 miliar sejak akhir 2023 untuk mendukung pembangunan jaringan ini. Tantangannya memang ada pada jalur yang melintasi kawasan hutan lindung sehingga perlu koordinasi dengan Otorita IKN sesuai amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022.

Rapat koordinasi yang dihadiri banyak pihak, mulai dari Direktur Otorita IKN, UPTD Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim, Biro Kerja Sama Pemprov Kaltim, Asisten III Setkab Kukar, Dinas LHK, Camat Loa Janan, hingga Kepala Desa Batuah, menghasilkan satu kesepakatan semua mendukung percepatan penyalaan listrik di Karya Tani. Surat-surat pendukung sudah tersedia, tinggal menyelesaikan proses kerja sama kawasan. Sekda Kukar akan menugaskan OPD teknis untuk menindaklanjuti, dan surat usulan segera dikirim ke Otorita IKN, terang Arianto.

Diketahui, dua RT yang belum dialiri listrik itu dihuni sekitar 150160 kepala keluarga. Letaknya yang sebagian berada di kawasan hutan membuat proses administrasi lebih panjang. Meski begitu, DPMD Kukar tetap optimistis.

Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi soal keadilan dan kesejahteraan. Kami akan terus berupaya agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari akses listrik, tegas Arianto. Bagi warga Karya Tani, langkah ini bukan sekadar soal terang lampu, melainkan juga tanda harapan baru bahwa perlahan tapi pasti, kehidupan mereka akan semakin setara dengan wilayah lain di Kutai Kartanegara.

(Adv/kh)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial