DUTANARASI.COM – Di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, manfaat program Bantuan Keuangan Khusus Desa dan Kelurahan untuk Rukun Tetangga (BKKD RT) sudah mulai dirasakan warga.
Program yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) ini menjadi penggerak utama pembangunan berbasis partisipasi.
Lurah Pendingin, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa dana Rp50 juta per RT benar-benar memberi ruang gerak bagi masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Ia menceritakan bahwa penyaluran dana sempat tertunda akibat pergantian kepemimpinan daerah.
“Bupati yang baru belum menetapkan lanjutan pengelolaan keuangannya, sehingga pencairan tahap selanjutnya yang semestinya dilakukan pada April, mundur ke Juli tahun ini,” ungkapnya, Selasa (3/7/2025).
Rahmat menjelaskan, ada perbedaan bentuk bantuan pada tiap tahap. Tahap pertama diberikan dalam wujud barang, tahap kedua kombinasi barang dan dana, sedangkan tahap ketiga mendatang kemungkinan dalam bentuk dana tunai penuh.
Di lapangan, RT menggunakan bantuan tersebut untuk kegiatan gotong royong, pembangunan fasilitas kecil, hingga mendukung sarana keagamaan.
“Bantuan ini sangat membantu masyarakat. Namun, untuk pembangunan yang skalanya besar tetap menjadi tanggung jawab pemerintah. Harapan kami, program ini bisa terus berlanjut bahkan ditingkatkan,” ujarnya.
Meski menghadapi kendala administratif, terutama soal laporan pertanggungjawaban (SPJ), keberadaan Program Pendekar menjadi solusi. Tim pendamping turun langsung membantu RT menyusun laporan secara tertib dan transparan.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa komitmen pemerintah jelas: memastikan dana BKKD RT tepat guna.
“Kami berharap dana ini benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, baik untuk infrastruktur, gotong royong, maupun pelayanan administrasi kependudukan,” jelasnya.
Program ini tidak hanya soal bantuan finansial, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, kelurahan, dan warga, BKKD RT menjadi pondasi pembangunan partisipatif yang nyata.
Arianto optimistis, Kukar dapat mempercepat pembangunan dari tingkat paling bawah dengan cara yang transparan dan melibatkan masyarakat secara langsung. (Adv/kh)


