Muara Siran Kembangkan Peternakan Kerbau Rawa, DPMD Kukar Beri Dukungan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


DUTANARASI.COM - Di tengah hamparan rawa yang kerap tergenang air, Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, justru menemukan peluang emas untuk mengembangkan sektor ketahanan pangan. Alih-alih menjadi hambatan, kondisi geografis yang rawan banjir itu dimanfaatkan sebagai lahan subur untuk membudidayakan kerbau rawa. Inisiatif ini lahir dari pemerintah desa dengan dukungan penuh Dana Desa.

Kepala Desa Muara Siran, Ishan Mashor, menuturkan bahwa kerbau rawa adalah pilihan tepat dibandingkan jenis ternak lain yang kurang cocok dengan lingkungan setempat. Kerbau rawa cocok dengan kondisi wilayah kami. Karena itu, saya alokasikan Dana Desa untuk membeli kerbau dan memulai program ini, ujarnya, Rabu (28/5/2025).

Saat ini, pengelolaan ternak dilakukan melalui kelompok masyarakat yang dibentuk di tingkat RT. Fokus utama masih pada pembibitan untuk memperbanyak populasi. Ke depan, Ishan membuka kemungkinan program ini berkembang ke arah produksi daging, seiring dengan bertambahnya jumlah ternak.

Pemasaran kerbau rawa pun sudah berjalan, meski masih bersifat situasional. Biasanya, penjualan dilakukan ketika ada permintaan dari luar desa atau pada momen khusus seperti pelaksanaan adat erau. Pembelinya kebanyakan dari luar desa.

Penjualan pun tidak menentu, tergantung permintaan, jelas Ishan. Menariknya, program ini tak hanya berimbas pada ekonomi warga, tetapi juga membawa dampak positif bagi kelestarian lingkungan. Kesadaran masyarakat mulai tumbuh untuk tidak lagi melakukan pembakaran lahan.

Mereka menyadari bahwa kerbau membutuhkan pakan alami, dan keberadaan sarang walet yang banyak dibangun warga juga sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Dengan memelihara kerbau, masyarakat jadi sadar pentingnya menjaga lingkungan. Kalau membakar, kerbau dan walet bisa kehilangan sumber makanan, tambah Ishan.

Dukungan terhadap program ini datang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara. Kepala DPMD Kukar, Arianto, menilai inisiatif Muara Siran merupakan contoh nyata bagaimana potensi lokal bisa menjadi pintu menuju kemandirian ekonomi desa. Kami merancang dokumen perencanaan terpadu yang memetakan potensi wilayah mulai dari pertanian, pariwisata hingga infrastruktur pendukung, terangnya.

Menurut Arianto, pembangunan fisik tetap menjadi ranah pemerintah daerah, sementara desa diarahkan untuk fokus pada pengembangan potensi masing-masing. Dengan pendekatan terpadu, Pemkab Kukar berharap desa-desa mampu mandiri secara ekonomi, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Program kerbau rawa di Muara Siran kini menjadi bukti bahwa desa mampu berinovasi dengan kondisi alamnya.

Bukan hanya soal pangan, tetapi juga tentang kesadaran menjaga lingkungan dan menata masa depan dengan kearifan lokal. (Adv/kh)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial