DPMD Kukar Lakukan Evaluasi Menyeluruh, Program RT Jadi Inspirasi Pemberdayaan Warga

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


DUTANARASI.COM - Semangat membangun dari tingkat paling bawah terus dijaga oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui evaluasi mendalam terhadap program bantuan keuangan Rp50 juta per RT, DPMD Kukar memastikan program ini tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan infrastruktur warga, tetapi juga menumbuhkan kemandirian sosial di lingkungan RT. Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyebut hasil evaluasi menunjukkan dukungan luas dari masyarakat dan aparat desa.

Semua pihak, baik kepala desa, BPD, maupun pengurus RT, sangat berharap program ini dilanjutkan karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Banyak kebutuhan sarana dan prasarana yang kini bisa terpenuhi melalui program ini, ungkapnya, Rabu (15/10/2025). Ia menuturkan, berbagai kegiatan sosial dan keagamaan kini lebih mudah diselenggarakan berkat adanya dana ini.

Masyarakat kini tidak lagi kesulitan meminjam tenda atau peralatan untuk kegiatan sosial dan keagamaan, karena sudah tersedia di tingkat RT. Program ini membuat masyarakat lebih mandiri dan aktif, kata Arianto. Kendati demikian, DPMD Kukar juga mencatat adanya beberapa persoalan teknis, seperti pelaporan SPJ yang belum seragam.

Arianto menegaskan bahwa hal itu sudah diatasi melalui koordinasi cepat antara pemerintah desa dan pengurus RT. Setelah kami telusuri, kendala SPJ itu hanya karena kurangnya pemahaman dalam penyampaian informasi dari pemerintah desa. Itu langsung kami luruskan agar tidak terulang lagi, ujarnya.

Bukan hanya melakukan evaluasi, DPMD Kukar kini juga tengah menyiapkan program lanjutan senilai Rp150 juta per RT. Arianto menjelaskan, desain program tersebut akan lebih matang dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan. Rumusannya akan disusun oleh tim gabungan dari tenaga ahli, akademisi, dan birokrasi agar program ini sinkron dengan kewenangan RT dan desa, jelasnya.

Ia menambahkan, proses penyusunan program sudah mencapai 80 persen dan diharapkan bisa dilaunching akhir Desember 2025. Target kami, Januari 2026 program Rp150 juta per RT sudah bisa dijalankan, katanya optimistis. Bagi DPMD Kukar, keberlanjutan program ini bukan sekadar soal nominal bantuan, tetapi cerminan keberhasilan membangun partisipasi dan rasa memiliki di tengah masyarakat.

Dengan sinergi kuat antara pemerintah dan warga, program ini diharapkan menjadi contoh nyata pemberdayaan berbasis komunitas yang efektif di Kutai Kartanegara. (Adv/kh)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial