Pemerataan Pendidikan di Kembang Janggut, SKB Mulai Beroperasi Tahun Ini

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


DUTANARASI.COM Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat. Salah satu langkah nyata yang kini mulai dirasakan manfaatnya adalah beroperasinya Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang rampung dibangun pada 2024 dan resmi membuka kegiatan belajar pada tahun ajaran 2025. Plt.

Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengatakan keberadaan SKB menjadi solusi penting bagi warga yang belum menamatkan pendidikan dasar hingga menengah pertama. SKB sudah beroperasi tahun ini dan membuka penerimaan siswa. Program ini diperuntukkan bagi warga yang belum menamatkan pendidikan SD hingga SMP, ujarnya, Kamis (16/10/2025).

Meski demikian, Suhartono mengakui masih ada sejumlah tantangan yang harus segera diatasi, terutama dalam hal keterbatasan tenaga pendidik. Di beberapa desa, sekolah dasar masih mengalami kekurangan guru, bahkan ada kepala sekolah yang harus merangkap memimpin lebih dari satu sekolah, kondisi ini diperparah dengan jarak antar desa yang jauh serta belum meratanya distribusi pengajar. Informasi dari UPT Layanan Pendidikan menunjukkan masih ada kekurangan guru, khususnya di tingkat SD.

Ini menjadi perhatian kami agar kualitas pendidikan tetap terjaga, jelasnya. Selain itu, Suhartono juga menyoroti kondisi infrastruktur sekolah di desa-desa terpencil. Menurutnya, beberapa ruang kelas masih belum layak digunakan, sementara sebagian besar pembangunan selama ini berfokus pada sekolah di sekitar pusat kecamatan.

Masih ada lokal sekolah di wilayah terpencil yang kondisinya memprihatinkan. Ini perlu menjadi prioritas dalam program pembangunan ke depan, terangnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar agar penanganan kekurangan guru dan perbaikan sarana belajar bisa dilakukan secara bertahap.

Suhartono optimistis, dengan kolaborasi lintas sektor, pemerataan pendidikan di Kembang Janggut dapat segera terwujud. Kami berharap perhatian terhadap pendidikan di Kembang Janggut bisa ditingkatkan, baik dari sisi tenaga pengajar maupun sarana prasarana. Dengan begitu, anak-anak di seluruh desa memiliki kesempatan belajar yang sama, pungkasnya.

(adv/Iam)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial

dikominfo