MUARA BENGKAL — Langit senja mulai gelap ketika iringan kendaraan yang ditumpangi Wakil Bupati Kutai Timur, Wahyunadi, mulai memasuki Muara Bengkal, sebagai rangkaian perjalanan dari pusat kabupaten ke pedalaman dalam rangka memantau kondisi jalan antarwilayah. Selama perjalanan itu, beberapa kali iring-iringan berhenti, dan ia turun untuk melihat langsung kondisi pekerjaan jalan yang sedang dilakukan.
Dalam perjalanan melalui poros Rantau Pulung–Batu Ampar, Mahyunadi mengecek langsung kondisi jalan. Berbicara kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Wahasuna Aqla, yang mendampingi, ia menekankan pengelolaan yang baik.
“Dirawat yang baik, gunakan batu yang sesuai,” lanjut Mahyunadi.
Mahyunadi dan rombongan tiba di Muara Bengkal pukul 20.00 WITA, dan memutuskan rehat di sebuah penginapan sederhana untuk keesokan harinya melanjutkan peninjauan lapangan. Ia akan menyusuri jalur vital jalan kabupaten penghubung antarwilayah Kutim di pedalaman. Mulai dari Desa Senambah di Muara Bengkal, mampir ke Kantor Camat Muara Ancalong, berkunjung ke Desa Senyiur, hingga menembus Desa Long Bentuk di Kecamatan Busang. Jalan-jalan yang akan ditinjaunya ini krusial karena menghubungkan belasan desa, akses ekonomi, dan pelayanan publik.
Program swakelola yang digunakan untuk membangun dan merawat jalan ini merupakan inisiatif dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kutai Timur. Tujuannya adalah memperbaiki dan menyempurnakan infrastruktur jalan dengan menggunakan anggaran dari dana swakelola dan pelaksanaan fisik oleh tim internal.
Perjalanan yang dilakukan Wakil Bupati Mahyunadi merupakan cara memeriksa laporan yang sampai ke atas mejanya dengan fakta langsung yang tersaji di lapangan. Persoalan teknis yang ada di lapangan seringkali lebih cepat teratasi, dan tidak jarang justru banyak menemukan persoalan baru yang luput dilaporkan. Dengan cara demikian, ia ingin memastikan jalan sebagai keadilan akses bagi warganya benar-benar dibangun sesuai mutu yang direncanakan. (ADV/ProkopimKutim/DN)


