SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyadari bahwa keberadaan jalan berarti membuka akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, logistik, dan perekonomian yang lebih baik. Meski demikian, upaya tersebut tidak semata dibebankan kepada pemerintah, melainkan juga terbuka bagi peran serta swasta dan elemen masyarakat lainnya.
Dalam proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Manubar, Sandaran, hingga Tanjung Mangkalihat, pihak swasta turut berperan aktif. Beberapa perusahaan yang beroperasi di Sandaran telah menyatakan komitmennya untuk mendukung pembangunan jalan tersebut, mulai dari penyediaan alat berat hingga tenaga kerja.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah figur penting yang selama ini menjadi tulang punggung kebijakan di Kutim. Di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten, Poniso Suryo Renggono; Kepala Bappeda, Noviari Noor; Plt Kepala Dinas PUPR, Joni Abdi Setia; Anggota DPRD Kutim, Ardiansyah; Plt Camat Sandaran, Mulyadi; serta para kepala desa dari wilayah yang menjadi target pembangunan.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan. Tanpa itu, pembangunan tidak akan menyentuh wilayah-wilayah terjauh seperti Sandaran,” ungkap Bupati Ardiansyah saat memberikan sambutan dalam rapat fasilitasi pembangunan jalan tersebut.
Tahap awal pembangunan badan jalan akan dilakukan tahun ini, sementara pengerasan jalan ditargetkan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran berikutnya. Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, memastikan desain jalan telah disiapkan dan kini tinggal menunggu finalisasi alokasi anggaran serta kelengkapan administrasi lahan.
Proyek ini juga diharapkan menjadi model pembangunan berbasis kolaborasi multipihak. Pemerintah daerah, kecamatan, desa, swasta, dan masyarakat sipil duduk bersama serta bergerak secara nyata di lapangan. Bukan tidak mungkin, pendekatan ini akan menjadi pola baru dalam percepatan pembangunan di 18 kecamatan lain yang juga menghadapi tantangan serupa. (ADV/ProkopimKutim/DN)


