MUARA ANCALONG – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meresmikan bangunan bersejarah Lamin Datun, Muara Ancalong, yang baru selesai direhabilitasi dan direnovasi. Sebagai rumah adat simbol perjuangan dan kebanggaan masyarakat Kelinjau Ilir, di sinilah berbagai kegiatan adat, musyawarah, hingga acara kebudayaan digelar secara turun-temurun.
Dalam arahannya, Bupati meminta warisan leluhur tersebut untuk dijaga. Selain itu, fungsinya sebagai pusat kegiatan masyarakat juga diteruskan supaya tidak terbengkalai.
“Lamin Datun ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga ruang hidup budaya yang harus terus dijaga. Setelah direnovasi, semoga bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat sekaligus ikon kebudayaan Muara Ancalong,” ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Rehabilitasi dan renovasi terhadap Lamin Datun dikerjakan secara bergotong royong. Proses pengerjaan tiang penyangga dan ukiran lamin dilakukan secara gotong royong oleh perwakilan dari beberapa desa di Kecamatan Muara Ancalong. Tiang-tiang itu dibuat dan diukir oleh pengrajin dari Desa Long Tesak, Long Lees, Mekar Baru, Rantau Sentosa, Long Pejeng, dan Gemar Baru. Setiap motif yang diukir melambangkan filosofi budaya dan hidup yang mencerminkan nilai-nilai persatuan dan identitas masyarakat di wilayah tersebut.
Lamin Datun yang selesai direnovasi ini diharapkan semakin memperkuat identitas dan melestarikan warisan budaya lokal. Di tengah gempuran budaya global, lokalitas yang hidup akan turut membentuk kepribadian masyarakat yang khas.
Tampilan dan bangunan yang kini lebih memadai dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan generasi muda sehingga generasi masa depan Kutim tidak melupakan akar budaya. Selain itu, Lamin Datun dapat menjadi ikon budaya yang menarik wisatawan. (ADV/ProkopimKutim/DN)


