Dutanatasi, Kutai Timur – Penutupan Festival Pemuda Kreatif 2025 berlangsung meriah di pusat pemerintahan Bukit Pelangi, Kutai Timur.
Kegiatan ini menjadi puncak perayaan kreativitas generasi muda yang selama tiga hari berturut-turut menampilkan ragam karya orisinal dan inovasi lokal. Suasana penuh semangat terlihat dari antusiasme peserta yang datang dari berbagai kecamatan untuk memamerkan potensi terbaik mereka.
Selama penyelenggaraannya, festival ini menghadirkan berbagai kegiatan strategis yang menyasar penguatan ekonomi kreatif. Mulai dari pameran UMKM muda yang menjajakan produk lokal kekinian, seni pertunjukan yang memukau, hingga forum interaksi lintas komunitas.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menilai bahwa kolaborasi ini mencerminkan potensi besar yang dimiliki pemuda sebagai motor penggerak daerah.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang digagas oleh para pemuda ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kreativitas sebagai aset daerah.
“Anak muda Kutim hari ini telah menunjukkan bahwa kreativitas bukan sekadar hobi, melainkan modal penting dan fondasi utama dalam percepatan pembangunan daerah kita,” ujarnya dengan bangga.
Lebih lanjut, beliau menilai festival ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang hiburan bagi masyarakat luas. Baginya, momen ini adalah ruang pembelajaran kolektif dan penguatan jejaring antar komunitas kreatif yang sebelumnya mungkin bergerak sendiri-sendiri.
Dengan berkumpulnya berbagai talenta di satu lokasi, tercipta sebuah ekosistem inovasi yang lebih solid dan berkelanjutan di masa depan.
Pemerintah daerah pun berkomitmen agar potensi yang muncul selama festival tidak berhenti begitu saja saat acara usai. Diperlukan tindak lanjut nyata melalui program pembinaan yang terstruktur dan dukungan kebijakan yang pro-pemuda.
Kreativitas generasi muda dinilai sangat sejalan dengan visi besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif di tingkat nasional.
Mahyunadi menegaskan bahwa komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas publik untuk berekspresi akan terus ditingkatkan.
Ia berjanji akan memberikan akses yang lebih luas bagi para inovator muda untuk berkarya secara konsisten.
“Ruang-ruang kreatif di Kutim harus terus kita buka lebar agar setiap pemuda memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Keriuhan acara mencapai puncaknya pada malam penutupan dengan kehadiran artis nasional yang menjadi magnet tersendiri bagi warga Sangatta dan sekitarnya.
Ribuan pengunjung tampak memadati area Alun-Alun pusat pemerintahan hingga tengah malam. Penampilan musik yang energik tersebut seolah menjadi simbol semangat membara para pemuda dalam menyongsong masa depan yang lebih kreatif.
Festival Pemuda Kreatif 2025 ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi lahirnya lebih banyak wirausaha muda yang mandiri di Kutai Timur.
Keberhasilan acara ini membuktikan bahwa dengan wadah yang tepat, pemuda mampu menciptakan peluang ekonomi baru yang berdampak luas.
“Semoga semangat dari festival ini melahirkan inovasi-inovasi segar yang nantinya mampu membawa nama Kutai Timur bersinar di kancah yang lebih tinggi,” pungkas Mahyunadi menutup acara. (ADV)


