Duta Narasi, Kutai Timur – SD 016 Sangatta Utara memperkuat layanan pendidikan inklusi melalui pendampingan khusus dan berkesinambungan bagi peserta didik berkebutuhan khusus (ABK).
Program ini diterapkan sejak awal tahun ajaran 2024–2025 dengan desain pembelajaran fleksibel sesuai perkembangan anak.
Pendampingan khusus dilaksanakan di dalam kelas reguler agar siswa ABK tetap dapat belajar bersama teman-teman lainnya tanpa merasa terisolasi.
Sekolah menilai pendekatan seperti ini mampu memperkuat rasa percaya diri siswa serta meningkatkan interaksi sosial.
Kepala sekolah, Tuty Widayati, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan inklusi bergantung pada pendampingan intensif dan konsisten.
“Pendampingan khusus dan berkesinambungan kami terapkan agar siswa berkebutuhan khusus tetap dapat berkembang optimal di sekolah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa metode yang diterapkan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perkembangan emosional dan sosial sehingga siswa ABK mendapatkan dukungan secara menyeluruh.
Dalam implementasinya, sekolah memberikan ruang bagi guru berpengalaman dalam penanganan ABK untuk mengambil peran pendampingan.
Setiap siswa ABK dipantau melalui evaluasi individu agar kemajuan anak dapat tercatat secara objektif.
“Pola pembelajaran selalu disesuaikan dengan kebutuhan tiap siswa ABK. Setiap kemajuan sekecil apa pun menjadi indikator penting bagi kami,” lanjutnya.
Tingkat kesadaran orang tua terhadap keberlangsungan program inklusi juga turut meningkat seiring komunikasi sekolah yang dilakukan secara berkala.
Dengan memperkuat pendampingan, SD 016 Sangatta Utara berharap siswa ABK mampu mengekspresikan potensi diri secara maksimal, sekaligus memperkuat karakter sekolah sebagai ruang pendidikan yang inklusif dan ramah keberagaman.(ADV)


