Pembangunan Rumah Banjar NKBKT: Wujud Gotong Royong Warga Banjar Kutim

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


SANGATTA Warga Banjar di Kutai Timur (Kutim) sebentar lagi akan mempunyai sekretariat Naungan Keluarga Banjar Kutim Kaltim (NKBKT). Sekretariat yang nantinya diberi nama Rumah Banjar ini akan menjadi pusat kegiatan sosial, silaturahmi, serta pelestarian budaya Banjar. Kehadirannya diyakini dapat mempererat hubungan antarpaguyuban yang ada di Kutim, yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang majemuk.

Seluruh biaya pembangunan Rumah Banjar diambil dari dana swadaya warga Banjar yang ada di Kutim. Lahan seluas 20 x 50 meter yang terletak strategis di pinggir jalan telah dipersiapkan dengan matang, termasuk proses pengurugan tanah. Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pembangunan gedung yang nantinya akan menjadi rumah besar bagi seluruh warga Banjar di Kutim.

Dimulainya pembangunan sekretariat ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi. Dalam sambutannya, Mahyunadi mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh masyarakat Banjar. Menurutnya, pembangunan Rumah Banjar ini adalah bukti nyata dari kebersamaan yang kuat.

Pembangunan ini bukan hanya sekadar membangun sebuah gedung, tetapi juga membangun simbol kebersamaan. Rumah Banjar ini akan menjadi tempat kita berkumpul, melestarikan budaya, dan memperkuat persatuan seluruh masyarakat Kutim, ujar Mahyunadi. Ketua NKBKT Syahliannor menyatakan, meski dibangun atas dana swadaya warga Banjar di Kutim, ia berharap Rumah Banjar ini dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

Menurutnya, Rumah Banjar ini diharapkan dapat menjadi pusat berbagai kegiatan positif, mulai dari kegiatan kebudayaan, pendidikan, hingga forum musyawarah warga Banjar. Kehadirannya diyakini dapat mempererat hubungan antarpaguyuban yang ada di Kutim, yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang majemuk. Berdirinya Rumah Banjar akan menjadi tempat dan simbol budaya Banjar dilestarikan di Kutim, termasuk bagaimana berkomunikasi dengan budaya-budaya lain.

Selain itu, semangat gotong royong dalam membangun dapat menjadi inspirasi bagaimana kebersamaan itu dibangun sebagai hasil kolaborasi semua pihak. Semangat tersebut dapat menjadi pondasi dalam ikut menyukseskan pembangunan daerah. (ADV/ProkopimKutim/DN)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial