SANGATTA – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar Musyawarah Cabang (Muscab), dilaksanakan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, Ketua IBI Kutim, Ketua IBI Kaltim, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, jajaran Forkopimda, dan tamu undangan lainnya.
Bupati Ardiansyah dalam sambutannya menyatakan apresiasi kepada seluruh bidan atas pengabdian mereka yang mulia dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Ardiansyah meminta para bidan untuk bersemangat dalam meningkatkan kualifikasi mereka. Menurutnya, tantangan profesi bidan di era digital semakin besar sehingga menuntut peningkatan kompetensi dan profesionalitas.
“Ada sembilan ratus bidan yang tersebar di Kutim. Sudah seratus lima puluh bidan yang menyandang gelar profesi. Diharapkan yang lain tetap semangat dalam meningkatkan kualifikasi agar pelayanan kesehatan di Kutim semakin baik,” tegasnya.
Ditambahkan Ardiansyah, bidan harus memiliki kemampuan luar biasa. Tidak hanya membantu proses persalinan, tetapi juga mendampingi masyarakat sejak pra hingga pascamelahirkan. Muscab V diharapkan melahirkan pengurus baru yang profesional dan semakin menjadikan bidan sebagai profesi yang siap melayani masyarakat Kutim.
IBI menggelar Muscab setiap lima tahun sekali, yang pada kesempatan ini mengusung tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti”. Muscab menjadi ajang silaturahmi para bidan sekaligus momentum penting untuk memperkuat eksistensi organisasi, mengevaluasi kinerja pengurus periode sebelumnya, dan membentuk kepengurusan baru IBI Kutim.
Muscab diharapkan menghasilkan kepengurusan baru yang mampu memperkuat peran IBI Kutim dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan di daerah. Selain itu, diharapkan lebih terintegrasi dengan salah satu misi pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi Kutim yang berkualitas. (ADV/ProkopimKutim/DN)


