Duta Narasi, Kutai Timur – Pertanian kembali menjadi peluang ekonomi menjanjikan bagi generasi muda Kutim. Melalui program Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim, pemuda didorong untuk terlibat dalam pengelolaan sawah dengan mengandalkan teknologi pertanian modern.
Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, mengatakan bahwa teknologi pertanian menjadi kunci menarik minat pemuda.
“Pertanian sekarang sudah berbeda. Drone, traktor mobil, semua membantu proses jadi lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Program ini juga memanfaatkan peluang dari tradisi lokal di Kongbeng, di mana lahan sawah tidak digunakan selama beberapa bulan karena pergantian pola tanam.
Lahan-lahan ini kemudian diusulkan untuk dikelola pemuda melalui MoU dengan kelompok tani.
“Ini kesempatan besar bagi pemuda untuk mencoba bertani dengan dukungan fasilitas dan pendampingan,” jelas Dessy.
Dari sisi ekonomi, potensi keuntungan yang besar menjadi daya tarik tambahan. Dengan hasil panen rata-rata 6,5 ton per hektare dan biaya produksi sekitar Rp15 juta, pendapatan petani bisa mencapai puluhan juta rupiah.
DTPHP juga menyiapkan program pelatihan berkelanjutan untuk memastikan pemuda benar-benar memahami teknik budidaya dan pascapanen. Pendekatan ini diharapkan mencetak petani muda yang profesional dan adaptif terhadap teknologi.
“Pertanian itu bisnis. Pemuda harus melihat bahwa ini peluang nyata untuk mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya berupaya melahirkan generasi petani yang modern, kreatif, serta mampu menerapkan berbagai inovasi dalam pengembangan sektor pertanian.
Dengan kerja sama KNPI dan dukungan teknologi, pemerintah berharap pertanian menjadi sektor yang kembali diminati pemuda dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Kutim dan momentum bagi pemuda untuk masuk dunia pertanian dengan cara yang lebih maju.(ADV)


