SANGATTA – Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur (Kutim) dipenuhi wajah antusias para pendidik. Mereka berkumpul dalam kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) strategi implementasi kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan pendekatan deep learning yang digelar oleh Pusat Kerja Gugus (PKG) Kecamatan Sangatta Utara.
Pada saat membuka kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) strategi implementasi kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bunda PAUD Kutai Timur Siti Robiah menyatakan bahwa prinsip pembelajaran yang mendalam dan bermakna diharapkan dapat membentuk generasi religius, nasionalis, berintegritas, mandiri, dan memiliki semangat gotong royong. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Kerja Gugus (PKG) Kecamatan Sangatta Utara, bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim.
Siti Robiah menambahkan kegiatan tersebut bukan sekadar forum diskusi, melainkan titik pijak untuk memperdalam pemahaman tentang kurikulum yang menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komitmen tenaga pendidik.
“Ini adalah fondasi kuat bagi kebangkitan generasi emas bangsa Indonesia. Pendidikan PAUD yang berkualitas menjadi langkah awal penting untuk membentuk generasi penerus yang gemilang dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan,” tambahnya.
Ketua PKG Kecamatan Sangatta Utara, Norjannah, menambahkan bahwa pembelajaran mendalam adalah pendekatan yang menumbuhkan kesadaran dan kegembiraan dalam belajar. “Penerapan pembelajaran mendalam diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Semua pihak yang terlibat hendaknya saling menghargai dan mempertimbangkan potensi, martabat, serta nilai kemanusiaan setiap individu,” katanya.
Sementara itu, Pengawas TK se-Kutim sekaligus Koordinator Tim Pengembang Kurikulum, Diyah Hayatiningsih, menegaskan pentingnya kerja sama antarsatuan pendidikan. Ia menyinggung implementasi Kurikulum Merdeka yang memberi ruang lebih luas bagi guru.
“Kurikulum ini menekankan fleksibilitas dan kemandirian dalam proses belajar mengajar, sehingga guru bisa lebih leluasa mengembangkan strategi yang sesuai dengan kebutuhan anak,” ujarnya singkat.
Kegiatan implementasi kurikulum ini menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Kutim yang berkualitas. Dengan demikian, hal ini akan memperkuat daya saing Kutim dalam membangun daerahnya. (ADV/ProkopimKutim/DN)


