SANGATTA – Meski penyerapan anggaran hingga saat ini baru 47 persen, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) optimistis realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 akan dapat mencapai angka maksimal. Hal tersebut diungkapkan Asisten Administrasi Umum, Sudirman Latif, selepas rapat paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim.
“Kami optimistis bahwa kita bisa mengejar penyerapan anggaran dan dengan adanya rapat yang dilakukan tadi, maka percepatan bisa dilakukan dengan mempertimbangkan prioritas anggaran,” tegasnya.
Sudirman Latif optimistis meski ada keterlambatan pembahasan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (P-KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (P-PPAS) Tahun Anggaran 2025. Menurut Sudirman, keterlambatan disebabkan adanya efisiensi yang membuat pemerintah harus berhati-hati dalam mengelola besarnya anggaran dan pemilihan prioritas yang harus dibuat.
“Ini memang memerlukan waktu karena besarnya anggaran yang berubah, dan kami harus sangat berhati-hati,” jelasnya. Prinsip kehati-hatian tersebut digunakan supaya alokasi anggaran yang dibuat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kutim.
Nota kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kutim terkait APBD Perubahan terjadi setelah dinamika yang muncul dalam rapat paripurna. Anggota dewan banyak yang menyesalkan lambatnya penyusunan usulan APBD Perubahan.
Pemerintah Kabupaten Kutim menyatakan tekad untuk tidak mengulangi keterlambatan serupa di tahun mendatang. Sudirman Latif memastikan bahwa setelah kesepakatan P-KUA dan P-PPAS 2025 ini rampung, pemerintah akan segera menyusun Rancangan APBD 2026.
“Segera setelah adanya kesepakatan ini, pemerintah akan dengan segera menyusun Rancangan APBD 2026 dan memastikan tidak terulangnya keterlambatan penyusunan APBD di tahun ini,” ujarnya.
Menurut Sudirman Latif, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) segera menyusun bahan yang akan menjadi Rancangan APBD 2026. Persiapan yang lebih baik diharapkan akan membuat pembangunan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih nyata kepada masyarakat Kutim. (ADV/ProkopimKutim/DN)


