Dutanarasi, Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyiapkan strategi pengembangan ekonomi pesisir dengan pendekatan konservasi melalui rencana pembangunan penangkaran buaya di Muara Bengalon.
Program ini menjadi bagian dari transformasi pembangunan daerah menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Pemkab Kutim menilai bahwa kawasan pesisir memiliki potensi besar jika dikelola dengan prinsip perlindungan lingkungan.
Oleh karena itu, pengembangan penangkaran buaya dirancang agar tidak merusak ekosistem alami dan tetap menjaga fungsi ekologis wilayah pesisir.
Asisten II Setkab Kutim, Noviari Noor, menyatakan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak lagi hanya berfokus pada pertumbuhan angka.
“Kami ingin setiap proyek investasi membawa manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Penangkaran buaya direncanakan menjadi pusat konservasi yang terintegrasi dengan kegiatan edukasi dan penelitian, sehingga memiliki nilai tambah di luar aspek ekonomi.
Pemerintah daerah juga menyiapkan regulasi ketat untuk memastikan pengelolaan satwa dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai standar perlindungan lingkungan.
Noviari menekankan bahwa keterlibatan investor akan melalui seleksi ketat. “Hanya pihak yang berkomitmen pada prinsip keberlanjutan yang dapat terlibat dalam proyek ini,” tegasnya.
Fasilitas pendukung seperti ruang riset, sarana edukasi, dan zona wisata terbatas akan disiapkan dengan sistem pengawasan ketat untuk mencegah eksploitasi berlebihan.
Selain manfaat konservasi, proyek ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir melalui penciptaan lapangan kerja dan usaha pendukung ramah lingkungan.
Dengan konsep tersebut, Pemkab Kutim berharap pengembangan penangkaran buaya dapat menjadi ikon ekonomi hijau pesisir yang berdaya saing dan berkelanjutan. (ADV)


