SAMARINDA – Sebagai garda terdepan birokrasi, Aparatur Sipil Negara (ASN) perlu pemahaman mengenai wawasan kebangsaan, kepemimpinan Pancasila, dan integritas. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri ketika menjadi narasumber pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2025, yang berlangsung di Auditorium Kampus Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar-SKPP) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Sempaja.
Bupati Kukar Aulia menyatakan bahwa seorang pemimpin birokrasi harus adaptif, inovatif, sekaligus mempunyai karakter yang kuat. Lebih penting lagi, setiap keputusan yang diambil harus menempatkan Pancasila sebagai kompas moral.
Kegiatan PKA digelar oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia sebagai komitmen dalam mencetak pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berintegritas. Pelatihan ini membekali peserta dengan empat pilar utama kepemimpinan, yaitu kepemimpinan adaptif dan inovatif, penguatan nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan integritas etika kepemimpinan.
Peserta berasal dari ASN berbagai daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Untuk tahun ini, PKA diikuti oleh 41 peserta ASN, terdiri atas perwakilan dari Kutim (14), Kutai Kartanegara (10), Bulungan (6), Paser (3), Penajam Paser Utara (3), Samarinda (3), dan Berau (2).
Salah satu tantangan dalam pelatihan ini adalah menyinergikan modernitas kepemimpinan dengan nilai luhur Pancasila. Karakter generasi milenial yang dinamis dan cepat beradaptasi diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan agar tidak tergerus oleh arus globalisasi. Aksi perubahan yang dirancang selama pelatihan diharapkan merangsang peserta untuk dapat menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus tetap mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. (ADV/ProkopimKutim/DN)


