SAMARINDA – Persoalan permodalan yang selama ini dihadapi para petani pisang di Kutai Timur (Kutim) akhirnya mendapatkan solusinya. Hal tersebut terjadi setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyaluran Kredit antara Bankaltimtara dengan Koperasi Produsen Taruna Bina Mandiri. Perjanjian ini nantinya memungkinkan para petani mengakses kredit untuk budidaya pisang kepok grecek.
Direktur Utama Bankaltimtara, Muhammad Yamin, menyatakan bahwa skema kredit dirancang bukan sekadar menyalurkan modal, tetapi disertai pendampingan sesuai kebutuhan petani pisang.
“Kami tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga memastikan petani mendapatkan bunga ringan, tenor fleksibel, serta pendampingan usaha,” jelasnya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memberikan apresiasi terhadap kerja sama ini, seraya menekankannya sebagai terobosan penting bagi ekonomi kerakyatan Kutim.
“Terima kasih kepada Bankaltimtara yang sudah menginisiasi perjanjian kerja sama ini bagi petani pisang di Kutim. Kerja sama ini bukan sekadar soal kredit, tetapi langkah nyata membangun kemandirian ekonomi petani,” ujarnya.
Bupati juga menyatakan proses pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang sedang berlangsung dan diharapkan akan segera selesai. Jika sudah memegang HKI, para petani dapat lebih bersaing melalui komoditas mereka.
Ketua OJK Kaltimtara, Parjiman, menyebut kerja sama ini sebagai model pembiayaan komunitas yang bisa memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami mengajak lembaga perbankan lainnya untuk ikut serta membantu usaha kecil lokal. Kredit yang dikucurkan diharapkan meningkatkan kualitas dan produktivitas petani,” katanya.
Akses permodalan yang didapatkan dikatakan oleh Ketua Koperasi Taruna Bina Mandiri, Priyanto, sebagai angin segar bagi para petani.
“Selama ini kami sering kesulitan mencari modal untuk bibit, pupuk, maupun perluasan lahan. Dengan adanya kerja sama ini, semua tantangan itu bisa diatasi. Target kami mengembangkan hingga 250 hektare lahan dengan orientasi ekspor 3.200 ton per panen,” ucapnya.
Kolaborasi berbagai pihak ini memudahkan petani berkembang, sekaligus mendukung komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim untuk mengembangkan ekonomi berkelanjutan. Pemkab Kutim ingin mengembangkan ekonomi berkelanjutan sebagai cara untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap ekonomi sumber daya alam yang tidak terbarukan. (ADV/ProkopimKutim/DN)


