SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan pemeliharaan terhadap Polder Ilham Maulana, Sangatta. Tanah, lumpur, dan gulma dibersihkan supaya fungsi polder sebagai penampung air sekaligus pengendali banjir kembali maksimal.
“Polder sejak awal pembangunannya memang diperuntukkan sebagai sarana pengendali banjir. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan banyaknya tumbuhan liar yang dibiarkan tumbuh, sehingga terjadi sedimentasi dan mengurangi daya tampung air,” ucap Plt Kepala DPUPR Kutim, Joni Abdi Setia. Pengerjaan sudah dilakukan selama dua minggu dan progresnya cukup baik, tinggal pekerjaan perapian yang harus diselesaikan.
Pasca pembersihan ini, nantinya akan ada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus yang bertanggung jawab penuh terhadap pemeliharaan polder. Dengan adanya unit khusus ini, diharapkan polder selalu dalam keadaan baik sesuai fungsinya.
Selain sebagai pengendali banjir, polder yang terawat memiliki potensi nilai tambah. Pengelolaan kawasan polder dapat menjadikannya sebagai ruang masyarakat untuk berolahraga, rekreasi, atau kegiatan positif lainnya.
“Keberadaan UPTD diharapkan mampu memastikan fungsi polder secara berkelanjutan, baik sebagai penampung air maupun ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan sosial,” kata Joni.
Meski demikian, perawatan polder tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah semata. Semua pihak yang berkepentingan dengan polder harus ikut bertanggung jawab.
“Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan fungsi polder. Pemerintah telah berupaya mengembalikan fungsi utama polder, namun peran serta masyarakat tetap diperlukan agar polder tetap terawat,” ujarnya.
Pembersihan polder yang dilakukan merupakan akibat dari perawatan yang diabaikan, sehingga fungsinya terganggu. Membersihkan dan merawat polder memberikan keuntungan sebagai pengendali banjir sekaligus dapat menjadi ruang yang dimanfaatkan oleh masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/DN)


