SPAMDes Muara Bengalon Diresmikan, Bupati Dorong Sinergi Desa dan PDAM

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


BENGALON Pemerintah Desa, Perumdam Tirta Tuah Benua, dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyepakati kolaborasi dalam menghadirkan layanan air bersih untuk warga Desa Muara Bengalon. Kolaborasi diwujudkan dengan berbagai upaya mengoptimalkan layanan air bersih di Sistem Penyediaan Air Minum Desa (SPAMDes) Muara Bengalon. Komitmen berkolaborasi tercetus dalam peresmian SPAMDes oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.

Peresmian dilakukan di sela perjalanan Ardiansyah menghadiri Festival Tanjung Bahari. Kepala Desa Muara Bengalon, Muhammad Yusuf, menyatakan pembangunan SPAMDes menggunakan anggaran desa dan sumber air yang berasal dari air tanah setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan beberapa kendala yang mengakibatkan layanan air bersih belum optimal.

Salah satu kendala adalah panjang saluran distribusi yang baru sekitar 300 meter. Selain itu, air dari SPAMDes ini belum sepenuhnya bisa dialirkan ke rumah-rumah warga karena masih menunggu uji kelayakan. Direktur Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Suparjan, yang turut hadir dalam peresmian, berinisiatif memberikan komitmen bahwa pihaknya akan membantu proses uji kualitas air dan memperkuat jaringan saluran.

Kami akan lakukan pengambilan sampel dan uji kelayakan air terlebih dahulu. Untuk saluran distribusi, PDAM siap membantu agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat, jelas Suparjan. Kesediaan PDAM dalam memberikan bantuan mendapat apresiasi dari Bupati Ardiansyah.

Harapan saya, SPAMDes ini benar-benar memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan akses air bersih. Pemerintah desa dan PDAM harus terus berkolaborasi demi kepentingan bersama, ujar Ardiansyah. Kolaborasi yang terbangun menjadi angin segar di tengah usaha pemerintah desa menyediakan kebutuhan dasar warganya.

Bagi pemerintah kabupaten, penyediaan air bersih menjadi salah satu upaya mengatasi risiko stunting di wilayahnya. (ADV/ProkopimKutim/DN)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial