Tanggapi Aksi Tanam Pisang di Jalan, Lurah Singa Geweh Pastikan Langkah Koordinasi dengan Pemkab
Kategory
Advertorial,
06-12-2025 00:00:18
Dutanarasi, Kutai Timur - Aksi protes unik warga yang menanam pohon pisang di tengah jalan rusak baru-baru ini viral di media sosial dan menarik perhatian publik luas. Kejadian yang berlokasi di wilayah Kelurahan Singa Geweh ini merupakan bentuk puncak kekecewaan masyarakat atas jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kelurahan Singa Geweh segera mengambil langkah cepat guna meredam situasi dan mencari solusi konkret bagi warga.
Lurah Singa Geweh langsung melakukan peninjauan lapangan setelah video aksi warga tersebut tersebar luas. Menurutnya, tindakan warga tersebut adalah refleksi dari harapan yang terpendam lama namun belum terpenuhi. Pihak kelurahan menyatakan bahwa mereka tidak menutup mata terhadap aspirasi tersebut dan telah menindaklanjutinya secara administratif dengan bersurat kepada Camat serta instansi terkait di tingkat kabupaten.
"Melihat hal yang viral itu, kami langsung bersurat secara resmi kepada Camat agar segera ditindaklanjuti oleh Dinas PU, dan informasi terakhir yang kami terima, pihak terkait sudah mulai turun ke lapangan untuk mengecek kondisi," ujar Supriyanto. Langkah koordinasi ini mulai membuahkan hasil dengan adanya respon dari tim teknis di lapangan. Meskipun belum berupa perbaikan permanen, setidaknya perhatian dari pemerintah daerah sudah mulai nampak.
Lurah menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara warga dan pemerintah agar tidak terjadi miskomunikasi yang dapat memperkeruh suasana di tingkat akar rumput. Selain urusan teknis, Lurah juga menyoroti aspek psikologis masyarakat yang merasa dianaktirikan dalam pembangunan. Baginya, melihat warga menanam pohon pisang adalah sebuah pengingat bahwa birokrasi harus bekerja lebih cepat.
Ia berkomitmen untuk terus mengawal usulan pembangunan jalan perbatasan tersebut hingga benar-benar masuk dalam tahapan pengerjaan fisik oleh dinas pekerjaan umum. "Secara manusiawi saya mengerti perjuangan warga, itu seperti orang yang ingin motor baru tapi ternyata tidak dapat, pasti ada rasa kecewa; makanya komunikasi antara dua wilayah perbatasan ini harus terus dijaga agar tetap kondusif," jelasnya mengenai dinamika sosial yang terjadi. Pihak kelurahan juga berencana mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan ketua RT setempat untuk menjelaskan progres usulan anggaran.
Transparansi informasi dianggap krusial agar warga mengetahui bahwa pemerintah kelurahan telah berjuang maksimal di tingkat perencanaan. Diharapkan dengan adanya dialog, aksi-aksi protes serupa dapat dialihkan menjadi dukungan kolaboratif dalam mengawal pembangunan daerah. "Kami berharap ke depannya ada pemerataan informasi mengenai rencana kerja pemerintah, sehingga warga tidak merasa ditinggalkan dan tetap percaya bahwa perbaikan infrastruktur adalah prioritas kami bersama," pungkasnya.
(Adv)
Tags:
Advertorial
Diskominfo Kutim
Kategory terkait
Dishub Kutim Soroti Keluhan Masyarakat Terkait Rambu Membingungkan dan Pelanggaran U-Turn
06-12-2025 00:00:07
Ledakan Pengunjung di Pantai Marang dan Sukamaju Selama Libur Lebaran, Dispar Kutim Catat Rekor Baru
06-12-2025 00:00:07
Lurah Singa Geweh Dorong Transparansi Pemilihan RT dan Penyerapan Insentif di Tahun 2026
06-12-2025 00:00:18
Kutim Pastikan Kepedulian Bencana Sumatera, Skema Bantuan Disiapkan dengan Prinsip Akuntabilitas
05-12-2025 00:00:05
Rawat APILL Secara Berkala, Dishub Kutim Tegaskan Peran Daerah dan Pusat
05-12-2025 00:00:06
Dorong Kemandirian Desa Wisata, Kadispar Kutim Evaluasi Sistem Pendataan Pengunjung di Objek Wisata Non-Karcis
05-12-2025 00:00:07
Login dengan Facebook
Login dengan Google