SANGATTA – Senyuman para warga Desa Manubar dan Desa Manubar Dalam menggambarkan betapa besar arti hadirnya listrik dua puluh empat jam yang memadai. Setelah bertahun-tahun hanya mendapat aliran malam hari, kini warga dua desa di Kecamatan Sandaran tersebut dapat merasakan penerangan penuh dua puluh empat jam.
Era baru layanan listrik itu terjadi setelah beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Diesel di Desa Manubar Dalam. Pembangkit listrik tersebut belum lama ini diresmikan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di halaman Kantor Camat Sandaran. Sebelum diresmikan, pembangkit tersebut telah menjalani uji coba selama dua bulan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati hadir didampingi oleh istrinya, Siti Robiah, yang juga Ketua TP PKK Kutim. Turut hadir Pelaksana Tugas Camat Sandaran Mulyadi, Manager PLN UP3 Bontang Sri Wahyuningsih, jajaran Dinas Kesehatan Kutim, serta tokoh masyarakat setempat.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel. Menurutnya, mereka telah mewujudkan impian masyarakat Sandaran untuk menikmati listrik penuh waktu.
“Alhamdulillah, akhirnya warga Manubar dan Manubar Dalam kini dapat menikmati listrik selama dua puluh empat jam. Ini adalah hasil kerja sama dan sinergi antara pemerintah daerah, PLN, dan dukungan masyarakat. Setelah dua desa ini, akan ada enam desa lagi yang segera menyusul,” ujar Bupati.
Pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel di Manubar merupakan upaya mewujudkan komitmen pemerintah kabupaten dalam pemerataan pembangunan. Daerah yang jauh dari pusat kota tidak berarti dilupakan fasilitas dasarnya.
“Tidak ada wilayah yang tertinggal. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan listrik, infrastruktur, dan layanan publik lainnya agar seluruh masyarakat Kutai Timur dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata,” tegasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Camat Sandaran Mulyadi yang menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini. Menurutnya, hadirnya layanan listrik dua puluh empat jam ini menunjukkan bahwa daerah pelosok tidak dilupakan. Aliran listrik tanpa batasan durasi diharapkan dapat membantu perkembangan aktivitas dan perekonomian masyarakat kedua desa. (ADV/ProkopimKutim/DN)


