Kepala DPMD Kukar, Arianto mendampingi Bupati Aulia Rahman Basri mengunjungi Desa Segihan, Sebulu. (Istimewa)
DUTANARASI.COM – Suasana Desa Segihan, Kecamatan Sebulu, tampak lebih hidup pada Jumat (21/11/2025) ketika Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri datang bersama rombongan pemerintah. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai program strategis yang termasuk dalam visi misi Kukar Idaman Terbaik, yang ia jalankan bersama Wakil Bupati Rendi Solihin.
Melalui pertemuan langsung dengan warga, Aulia menunjukkan bagaimana agenda pembangunan yang disusun pemerintah tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi menjangkau desa-desa hingga pelosok.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia memaparkan sejumlah program unggulan yang tengah diimplementasikan, salah satunya RT-KU Terbaik, yang memberikan bantuan fiskal senilai Rp150 juta untuk setiap Rukun Tetangga (RT). Program ini diharapkan memperkuat kapasitas fiskal tingkat RT, sehingga kebutuhan pembangunan lingkungan dapat ditangani secara lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, Aulia juga memperkenalkan Program Makanan Tambahan (PMT) atau Makan Bergizi Gratis (MBG) Plus, yang menyasar bayi, balita, dan lansia. Program ini menjadi salah satu instrumen penting dalam menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian di daerah-daerah tertentu.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyebut bahwa agenda ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami arah pembangunan Kukar Idaman Terbaik.
“Dari kunjungan ini kita bersyukur karena ada desa-desa yang bisa disentuh melalui bantuan pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus dalam kunjungan ini adalah meninjau posyandu setempat, melihat bagaimana program MBG Plus disalurkan kepada balita dan masyarakat.
Arianto menegaskan bahwa program MBG Plus berada di bawah tanggung jawab DPMD dan akan disalurkan melalui posyandu, sehingga distribusi dapat berlangsung tepat sasaran. Ia menambahkan bahwa program ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan dalam pemenuhan gizi kelompok rentan di desa-desa. Sama halnya dengan program RT-KU Terbaik yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas fiskal RT agar mampu mendorong pembangunan dari tingkat terdekat dengan masyarakat.
Menurut Arianto, keberadaan program-program ini bukan hanya soal peningkatan layanan, tetapi juga motivasi bagi pemerintah desa untuk terus berkembang.
“Harapannya, program ini dapat meningkatkan pelayanan sekaligus menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk terus membangun desanya menjadi lebih baik,” tutupnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bagaimana implementasi Kukar Idaman Terbaik mulai menyentuh lapisan masyarakat terbawah melalui program yang aplikatif dan berkelanjutan. (Adv/kh)


