SANGATTA – Sebagai upaya memperkuat arah pembangunan kawasan transmigrasi, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Teknis Pengembangan Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) di Kawasan Transmigrasi Kutai Timur (Kutim). FGD bertujuan supaya pembangunan kawasan transmigrasi berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menegaskan bahwa dua dokumen strategis yang tengah disusun, yaitu Rencana Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi serta Studi Kelayakan Sarana Produksi di Kawasan Transmigrasi Maloy Kaliorang, akan menjadi landasan penting dalam pengembangan kawasan transmigrasi yang produktif dan terintegrasi.
“Kawasan ini memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan Kawasan Industri Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). Potensi sumber daya alam, pertanian, perikanan, dan SDM transmigran yang produktif menjadi modal besar bagi terbentuknya pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis produk unggulan lokal,” jelas Mahyunadi.
FGD ini melibatkan tim dari Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (Ditjen PEPMT), bersama akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, serta berbagai perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Kepala Distransnaker Kutim Roma Malau, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Dyah Ratnaningrum, Camat Kaliorang Rusmono, dan perwakilan dari Ditjen PEPMT antara lain Chandra Firmansyah, Azwin Achmadi, serta Fadlilatul Taufany dari ITS yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS.
Mahyunadi juga menyambut baik sinergi antara pemerintah pusat, akademisi, dan daerah. Menurutnya, kunjungan dan kolaborasi yang ada merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Pusat dan dunia akademik bagi percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di Kutim, khususnya Kawasan Transmigrasi Maloy Kaliorang.
Melalui FGD ini diharapkan lahir peta jalan pembangunan transmigrasi yang lebih terukur dan komprehensif, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. (ADV/ProkopimKutim/DN)


