Duta Narasi, Kutai Timur – Transformasi pelayanan publik di Kecamatan Sangatta Utara tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan teknologi digital.
Pemerintah kecamatan menilai dialog langsung dengan warga tetap menjadi unsur penting dalam membangun pelayanan yang humanis dan efektif.
Digitalisasi memang mempermudah akses layanan, namun tanpa dialog, pelayanan berpotensi kehilangan sentuhan kebutuhan masyarakat. Karena itu, Kecamatan Sangatta Utara memadukan sistem digital dengan forum komunikasi publik.
Camat Sangatta Utara, Hj. Hasdiah, SE., M.Si, mengatakan bahwa teknologi harus berjalan seiring dengan komunikasi sosial.
“Digitalisasi penting, tetapi dialog warga memastikan pelayanan tetap relevan dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Melalui forum warga, masyarakat diberi kesempatan menyampaikan pengalaman mereka saat mengakses layanan publik.
Pemerintah kecamatan juga secara aktif menyosialisasikan layanan digital agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang belum terbiasa dengan teknologi.
“Kami ingin masyarakat merasa didengar dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan di sangatta utara, jadi mereka bukan sekadar dilayani lalu selesai,” katanya.
Dengan kombinasi teknologi dan dialog, pelayanan publik tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki pendekatan yang lebih manusiawi dan partisipatif.
Pendekatan ini mendorong terciptanya hubungan yang lebih harmonis antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan.
Melalui pola pelayanan tersebut, Kecamatan Sangatta Utara optimistis dapat menghadirkan layanan publik yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.(ADV)


