SANGATTA – Kearsipan merupakan bagian yang sangat penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Arsip tidak hanya dilihat sebagai tumpukan dokumen, melainkan sumber informasi autentik, bukti akuntabilitas kinerja, serta memori kolektif bangsa yang memiliki nilai sejarah dan nilai guna tinggi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah dalam pidato yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum dan HAM Pemkab Kutim, Muhammad Idris Syam, pada kegiatan Sosialisasi Kearsipan dan Pemberian Penghargaan Kinerja Kearsipan Terbaik di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh 150 peserta, mulai dari kepala dinas, kepala badan, hingga perangkat daerah lainnya. Tema kegiatan ini adalah “Strategi Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Kearsipan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutim”.
Bupati menekankan bahwa pengelolaan arsip yang tertib, aman, dan berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat pemerintahan. Sebagai langkah nyata dalam mendukung adaptasi teknologi, Pemkab Kutim mendorong pemanfaatan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi).
Kehadiran aplikasi SRIKANDI menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital bidang kearsipan. Aplikasi tersebut mendorong pemerintah daerah agar adaptif terhadap perkembangan teknologi demi mewujudkan tata kelola administrasi yang efektif, efisien, dan transparan.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong seluruh perangkat daerah untuk semakin memahami pentingnya pengarsipan sesuai ketentuan yang berlaku, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
Rangkaian sosialisasi juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada perangkat daerah dengan hasil audit kearsipan terbaik serta pengguna SRIKANDI teraktif. Kepada para penerima penghargaan, Bupati menyampaikan selamat dan mengucapkan terima kasih atas komitmen, dedikasi, serta kerja keras mereka dalam mengelola arsip secara profesional. (ADV/ProkopimKutim/DN)


