Dutanarasi, Kutai Timur – Masalah Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sering padam di jalur nasional menjadi perhatian serius bagi Dinas Perhubungan Kutai Timur. Meskipun secara kewenangan beberapa jalur merupakan tanggung jawab pemerintah pusat atau provinsi, Dishub tetap berupaya melakukan langkah proaktif demi keselamatan masyarakat.
Zulkarnain, Kasi Lalu Lintas Dishub Kutim, menjelaskan bahwa seringkali terjadi salah paham di masyarakat saat lampu jalan padam di sepanjang Jalan Yos Sudarso. Padahal, kewenangan perbaikan dan pengoperasian di jalur tersebut mengikuti status jalannya yang merupakan jalan nasional, bukan jalan kabupaten.
”Kendalanya kalau jalan nasional itu bukan kewenangan Kabupaten Kutai Timur. Jadi rancu nanti, kita yang bantu malah dia juga masukkan anggarannya di situ, jadi double anggaran, itu tidak boleh,” tutur Zulkarnain.
Meski demikian, Dishub tetap melakukan monitoring dan perawatan rutin sejauh yang diizinkan oleh regulasi. Untuk mengantisipasi keluhan warga, pihak Dishub sering kali berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi voucher listrik untuk lampu jalan tetap terpenuhi agar jalur tidak gelap gulita.
Pihak Dishub juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan ringan seperti penggantian lampu yang mati di area yang bersinggungan dengan jalan kabupaten. Namun, untuk perbaikan skala besar pada aset milik pemerintah pusat, diperlukan proses serah terima atau koordinasi surat-menyurat yang resmi terlebih dahulu.
”Yang berani saya ganti itu nanti mungkin lampunya saja yang mati, mungkin kami punya anggaran untuk penggantian lampu itu yang kami kerjakan. Tapi kalau yang arah jalan poros (nasional), saya akan lapor ke sana,” tambahnya.
Zulkarnain mengajak masyarakat untuk memahami batasan kewenangan tersebut, sembari memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Monitoring di lapangan tetap berjalan, dan setiap temuan lampu padam segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan.
”Kita yang merawat, kita yang mengetahui. Kalau memang mati kita laporkan apakah voucher-nya habis atau ada kerusakan. Kemarin sempat kami ganti semuanya cuma kan harus lapor juga ke pusat,” tutup Zulkarnain. (Adv)


