Dutanarasi, Kutai Timir – Pengadaan bus sekolah listrik di Kabupaten Kutai Timur bukan sekadar pengadaan rutin, melainkan bagian dari implementasi 50 program unggulan Bupati Kutim. Program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik melalui penyediaan fasilitas pendukung yang memadai bagi para siswa.
Unit pertama yang tiba di bulan Desember ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah terhadap modernisasi infrastruktur.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Darat Dishub Kutim, Abdul Muis, mengungkapkan bahwa kebutuhan akan bus sekolah sebenarnya sangat besar.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan kajian Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), jumlah siswa yang membutuhkan layanan transportasi gratis mencapai puluhan ribu anak yang tersebar di berbagai sekolah di wilayah Kutim.
”Ini kan program Pak Bupati masuk program 50 program. Harapan kita, kalau kalkulasi dari kajian kemarin, itu bisa mencapai sampai ratusan bus kalau mau mengangkut seluruh siswa,” ungkap Abdul Muis.
Tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan armada yang baru tersedia satu unit. Dalam rapat koordinasi terbaru, muncul kekhawatiran bahwa satu unit bus ini akan menjadi rebutan antar sekolah karena tingginya antusiasme pihak sekolah terhadap transportasi gratis yang aman.
Oleh karena itu, penentuan rute dan titik jemput harus dilakukan secara sangat selektif dan berbasis data.
Pihak Dishub kini terus menjalin komunikasi intensif dengan para kepala sekolah untuk memetakan lokasi siswa yang paling membutuhkan bantuan transportasi.
Data-data tersebut akan diolah oleh Dinas Pendidikan sebelum akhirnya diserahkan kepada Dishub untuk dieksekusi secara teknis. Sinergi ini diperlukan agar manfaat bus sekolah tidak tumpang tindih dan tepat sasaran bagi siswa yang kurang mampu.
”Kalau Dishub hanya menyiapkan busnya, tapi terkait masalah teknis sekolahnya di mana yang diutamakan, nanti teknisnya dari Dinas Pendidikan,” tuturnya mengenai pembagian wewenang antar instansi.
Meskipun untuk tahun depan belum ada kepastian anggaran untuk penambahan unit baru, namun harapan untuk memperluas jangkauan layanan ini tetap ada.
Pemerintah daerah akan memantau kinerja unit pertama sebagai bahan evaluasi dalam pengajuan anggaran di masa mendatang. Keberhasilan operasional satu unit ini akan menjadi kunci bagi persetujuan pengadaan armada-armada berikutnya.
Rencana jangka panjangnya, Kutai Timur ingin memiliki sistem transportasi sekolah yang terintegrasi dan ramah lingkungan di seluruh kecamatan.
Namun, untuk saat ini, fokus utama adalah memastikan satu unit yang ada dapat berjalan dengan lancar dan memberikan rasa aman bagi orang tua siswa. Keamanan siswa menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar dalam program ini.
”Kemarin kita undang kepala sekolah, nanti mereka yang memberikan data ke Dinas Pendidikan. Untuk sementara satu unit saja, kita belum tahu nanti apakah ada lagi,” pungkas Muis. (Adv)


