Dutanarasi, Kutai Timur – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur baru saja menerima unit pertama bus sekolah berbasis listrik pada Desember ini. Kehadiran bus ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melakukan modernisasi transportasi publik, khususnya bagi kalangan pelajar.
Langkah ini dipandang sebagai awal dari transisi energi hijau di sektor transportasi Kutai Timur yang selama ini masih didominasi kendaraan berbahan bakar fosil.
Meskipun unit bus telah tiba di lokasi, operasional secara penuh belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pihak Dishub menjelaskan bahwa saat ini prioritas utama adalah mempersiapkan infrastruktur pendukung serta sumber daya manusia yang akan mengelola kendaraan canggih tersebut.
Tanpa kesiapan teknis yang matang, dikhawatirkan pemanfaatan teknologi baru ini tidak akan berjalan maksimal.
”Alhamdulillah terkait masalah bus listrik sudah datang di bulan Desember ini. Namun memang masih banyak perlu yang harus kita siapkan alatnya, terutama SDM terkait masalah pengoperasian,” ujar Abdul Muis saat ditemui di kantornya.
Persiapan SDM ini meliputi pelatihan khusus bagi para pengemudi dan tenaga teknis yang akan menangani perawatan bus sehari-hari.
Pelatihan ini sangat krusial mengingat sistem kerja bus listrik jauh berbeda dengan bus konvensional, terutama pada aspek sistem penggerak dan pengisian daya. Dishub berencana memberdayakan personel internal yang ada untuk mengikuti program pelatihan ini.
Selain masalah personel, titik-titik lokasi penjemputan siswa juga tengah dikaji lebih mendalam. Pihak Dishub bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk menentukan rute yang paling efektif agar bus ini dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa yang selama ini kesulitan akses transportasi.
Kerja sama lintas sektoral ini diharapkan dapat mematangkan konsep operasional sebelum resmi diluncurkan.
”Mereka nanti akan didiklat dulu, dilatih dulu pelatihannya terkait masalah kesiapan untuk pengoperasian bus listrik,” tambah Muis menekankan pentingnya sertifikasi bagi para kru bus.
Rencana pengoperasian bus ini baru akan dimulai secara resmi pada tahun depan setelah seluruh rangkaian pelatihan tuntas. Abdul Muis menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru melakukan peluncuran (launching) hanya demi formalitas tanpa kesiapan operasional yang mumpuni.
Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan dan kenyamanan para siswa yang akan menjadi penumpang utama bus tersebut.
Pada tahap awal, satu unit bus ini akan melayani rute di sekitar jalur Soekarno-Hatta yang dinilai memiliki aksesibilitas memadai.
Meski kapasitasnya baru satu unit, ini akan menjadi pilot project untuk melihat sejauh mana efektivitas transportasi listrik di wilayah Kutim. Hasil evaluasi dari unit pertama ini akan menjadi acuan penting bagi pengembangan armada di masa depan.
”Operasional mungkin tahun depan, kalau sekarang kita benahi dulu pelatihannya. Jangan sampai kita langsung launching tapi kesiapan kita belum siap,” pungkasnya. (Adv)


