Dutanarasi, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur membawa kabar baik bagi pembangunan di tingkat akar rumput dengan meningkatkan alokasi anggaran terarah bagi setiap Rukun Tetangga (RT).
Bupati Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan bahwa mulai periode 2025 hingga 2030, tiap RT akan mendapatkan dukungan dana sebesar Rp250 juta. Angka ini diklaim sebagai salah satu alokasi terbesar dan diharapkan mampu memicu perubahan wajah lingkungan secara drastis dalam waktu singkat.
Meskipun nominalnya besar, Bupati memberikan catatan penting mengenai mekanisme penggunaan anggaran tersebut. Karena RT bukan merupakan pengguna anggaran (PA) secara mandiri, maka dana tersebut dititipkan melalui kelurahan atau desa masing-masing.
Mekanisme ini diambil agar pertanggungjawaban administrasi tetap sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, namun pelaksanaannya tetap berada di tangan RT dan warga.
”Kutai Timur memberikan 250 juta rupiah per RT, lebih besar dibandingkan daerah lain. Diharapkan dalam satu atau dua tahun ke depan, ada perubahan signifikan di lingkungan kita, baik dari sisi fisik maupun sosial,” tegas Ardiansyah Sulaiman dalam arahannya.
Bupati meminta setiap Ketua RT untuk segera menyusun rencana kegiatan sejak awal tahun agar realisasi anggaran tidak menumpuk di akhir periode.
Program-program yang diusung harus menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur kecil, penerangan jalan, hingga program kesehatan. Hal ini bertujuan agar dana yang dikucurkan benar-benar memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh setiap keluarga.
Salah satu fokus utama yang ditekankan dalam penggunaan dana ini adalah penanganan masalah sosial dan kesehatan, khususnya program “Stop Stunting”.
Ketua RT dianggap sebagai pihak yang paling memahami kondisi warganya secara detail dibandingkan pejabat di tingkat kabupaten. Dengan radius wilayah yang terbatas, Ketua RT seharusnya memiliki data akurat mengenai siapa saja warga yang membutuhkan bantuan intervensi gizi maupun ekonomi.
”Ketua RT itu paham siapa warganya yang miskin atau yang mengalami stunting. Logika program ini adalah agar anggaran yang diberikan tepat sasaran, karena Bapak dan Ibu sekalian yang bersentuhan langsung dengan warga setiap harinya,” jelas Bupati mengenai urgensi peran RT.
Selain penanganan stunting, anggaran tersebut juga diharapkan dapat dialokasikan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan lingkungan melalui pengadaan lampu jalan.
Bupati menekankan bahwa sinergi antara RT dan warga dalam menentukan prioritas kegiatan adalah kunci keberhasilan program ini. Transparansi dan partisipasi warga menjadi syarat mutlak agar anggaran Rp250 juta tersebut tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
Menutup arahannya, Ardiansyah Sulaiman berpesan agar besarnya anggaran ini diimbangi dengan kualitas pengawasan yang baik.
Ia tidak ingin ada program yang mubazir atau tidak selesai tepat waktu. Dengan dukungan dana yang luar biasa ini, Kutai Timur menargetkan transformasi lingkungan yang lebih mandiri dan sejahtera, dimulai dari unit terkecil masyarakat yaitu Rukun Tetangga.
”Saya minta semua ketua RT menyiapkan rencana kegiatannya apa supaya segera terealisasi. Kita punya target besar sejak 2025 sampai 2029 nanti, dan ini adalah kesempatan untuk membangun lingkungan bersama warga secara mandiri,” tutup Ardiansyah. (Adv)


