Erau Sudah Tembus KEN, Wabup Rendi Solihin Dorong Ekosistem Event Budaya Kukar Bisa Makin Berkelas

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Diskominfo Kutai Kartanegara


DUTANARASI.COM – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan daya tarik wisata, tetapi juga harus tetap mengedepankan adat, budaya masyarakat Kukar yang autentik dan beragam.

Menurut Rendi, sejumlah kegiatan budaya di Kukar memiliki kekuatan karena menyentuh langsung kehidupan adat dan budaya masyarakat. Di antaranya Erau Muara Kaman, serta Pesta Laut Pesisir.

“Jadi, Erau itu menyentuh adat budaya, Muara Kaman juga menyentuh adat budaya, dan terakhir Pesta Laut Pesisir itu juga menyentuh adat budaya. Lebih kepada budaya dan ritual masyarakat, serta keyakinan masyarakat yang kita akomodir dan tentunya sudah kita verifikasi jauh hari sebelumnya,” ujarnya, Rabu (23/9/2026).

Ia berharap kegiatan yang telah masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), program Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dapat kembali masuk dalam daftar KEN pada tahun berikutnya dengan skala yang lebih besar.
“Harapannya, tahun depan bisa masuk lagi dan skalanya lebih besar,” katanya.

Rendi juga menyampaikan keinginannya untuk ikut terlibat lebih jauh dalam pengembangan konsep kegiatan tersebut.

Menurutnya, standar penyelenggaraan event yang masuk dalam KEN perlu terus ditingkatkan agar terdapat progres dari tahun ke tahun.

“ Saya ingin ikut terlibat dan membantu secara langsung. Artinya, dari sisi konsep mungkin kita bisa buat lebih baik, karena standar KEN juga harus berubah,” ungkapnya.

Ia menilai keberhasilan masuk dalam KEN merupakan pencapaian yang perlu dijaga dan dikembangkan. Terlebih, proses untuk dapat masuk dalam daftar tersebut harus melalui tahapan dan verifikasi dari Kementerian Pariwisata.

“Standar KEN bukan standar yang main-main.

Bisa masuk dari lebih dari 3.000 pendaftar di KEN itu merupakan suatu prestasi yang jangan sampai tahun depan langsung hilang lagi karena kita tidak menunjukkan suatu progres,” jelas Rendi.

Rendi menyebut, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari perjuangan anggota DPRD Kukar yang turut mendampingi dalam proses komunikasi dengan Kementerian Pariwisata.

“Kementerian juga memiliki syarat untuk melakukan verifikasi di setiap tahapnya. Alhamdulillah, ini juga merupakan hasil dari perjuangan teman-teman anggota DPRD. Kemarin kami mendampingi mereka ke Kementerian Pariwisata, sekitar dua bulan lalu, dan alhamdulillah menghasilkan ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kunjungan ke Kementerian Pariwisata tersebut dilakukan setelah sebelumnya terdapat harapan agar kegiatan budaya Kukar dapat masuk dalam KEN.

“Sebelumnya, kami juga sempat menyampaikan unek-unek secara langsung kepada Ibu Menteri, yang tahun lalu sudah menjanjikan secara langsung dalam sambutannya saat berada di sini bahwa tahun depan Era akan masuk KEN.

Namun, sampai tiga bulan berjalan, ternyata belum masuk,” tutur Rendi.

Karena itu, pihaknya kembali melakukan komunikasi dengan Kementerian Pariwisata sekitar dua bulan lalu. Upaya tersebut kemudian membuahkan hasil dengan masuknya kegiatan tersebut ke dalam daftar KEN.

“Sehingga, sekitar dua bulan lalu kami datang ke kementerian. Alhamdulillah, akhirnya terwujud.

Ini berkat perjuangan teman-teman Komisi II, kalau tidak salah, bersama Komisi Gabungan waktu itu, saat ke Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” pungkasnya. (ADV)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Wakil Bupati