Intrusi Air Laut Mulai Terpantau di Muara Mahakam, Dinas Perikanan Kukar Tingkatkan Pemantauan

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Diskominfo Kutai Kartanegara

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Muslik.


DUTANARASI.COM – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memantau perkembangan kondisi air Sungai Mahakam menyusul adanya gejala intrusi air laut di wilayah muara.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Muslik, mengatakan pemantauan dilakukan untuk melihat sejauh mana perubahan kondisi air memberikan dampak terhadap sektor perikanan.

“Kami selalu memantau perkembangan kondisi air Sungai Mahakam, termasuk apakah memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor perikanan. Karena itu, kami terus mengimbau para pembudidaya dan masyarakat untuk lebih waspada,” ungkapnya, Senin (28/9/2026).

Ia menyebut, informasi yang diterima pihaknya menunjukkan adanya gejala intrusi air laut di kawasan muara. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena perubahan parameter air, seperti pH dan salinitas, dapat berpengaruh terhadap usaha budidaya maupun kehidupan ikan.

Pemantauan juga dilakukan melalui anggota dan penyuluh perikanan yang berada di lapangan.

Mereka turut memantau perkembangan kondisi perairan di wilayah masing-masing.

Menurut Muslik, masuknya air laut ke Sungai Mahakam tidak serta-merta membuat ikan kehilangan habitatnya. Ikan pada dasarnya memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

“Ikan-ikan sungai memiliki sensor terhadap perubahan kondisi lingkungan sehingga biasanya akan melakukan ruaya atau berpindah mencari habitat yang sesuai,” jelasnya.

Namun, kondisi berbeda dapat terjadi apabila perubahan kualitas air berlangsung secara cepat dan ekstrem. Dalam kondisi tersebut, ikan dapat mengalami kesulitan untuk beradaptasi.

Sebaliknya, apabila perubahan berlangsung secara perlahan, ikan cenderung memiliki kesempatan untuk bermigrasi dan mencari lokasi yang sesuai dengan habitat hidupnya.

“Sejauh ini, belum ada laporan dari masyarakat terkait dampak langsung kondisi tersebut terhadap perikanan,” pungkas Muslik.

(ADV)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Kutai Kartanegara