Kebakaran Besar Terjadi di Tenggarong, Wapresma Unikarta Desak Hidranisasi Tiap RT
Kategory
Daerah,
06-10-2026 06:48:38
Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara, Nunuk Purwanto.
DUTANARASI.COM — Kebakaran yang menghanguskan lebih dari 50 rumah warga di Jalan AM Alimudin Gang 1 RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, menjadi kabar duka bagi warga sekaligus evaluasi bersama terhadap kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di kawasan permukiman padat.
Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Nunuk Purwanto, menyampaikan perhatian atas peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian itu perlu menjadi bahan evaluasi, terutama dalam melihat kesiapan sarana dan sistem penanganan kebakaran di kawasan permukiman.
“Kebakaran ini tentu merupakan kabar duka. Tapi di sisi lain, ini juga menjadi evaluasi bersama, terutama bagaimana kita memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran,” kata Nunuk saat diwawancarai, Selasa (6/10/2026).
Ia menilai karakteristik permukiman padat menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.
Jalan yang sempit dapat menyulitkan kendaraan pemadam mencapai titik kebakaran, sementara ketersediaan sumber air juga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman.
Terlebih ketika terjadi kebakaran pada kondisi musim kemarau, kebutuhan terhadap sumber air yang mudah dijangkau menjadi semakin penting.
Menurut Nunuk, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pemerintah daerah memikirkan infrastruktur pendukung yang dapat membantu petugas ketika menghadapi kebakaran di kawasan permukiman padat.
Salah satu yang dinilai perlu dikembangkan adalah penyediaan hidran. Keberadaan hidran di dekat permukiman dapat menjadi alternatif sumber air ketika kendaraan pemadam mengalami keterbatasan akses menuju lokasi kebakaran.
“Kalau akses kendaraan pemadam sulit menjangkau lokasi, sumber air yang dekat dengan permukiman menjadi sangat penting. Salah satunya bisa melalui hidran,” ujarnya.
Dari kondisi tersebut, Nunuk mendorong Pemkab Kukar memperkuat penyediaan hidran melalui hidranisasi di setiap RT, terutama pada wilayah yang memiliki kepadatan penduduk dan risiko kebakaran tinggi.
Menurutnya, hidranisasi tidak harus dilakukan secara serentak di seluruh wilayah, tetapi dapat diprioritaskan pada kawasan yang berdasarkan pemetaan memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.
Ia menyebut Kecamatan Muara Muntai dan Kecamatan Muara Wis telah melakukan pemasangan hidran di kawasan padat penduduk.
Langkah tersebut, menurutnya, dapat menjadi contoh untuk dikembangkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
“Ini bisa menjadi contoh yang dikembangkan di kawasan lain. Tentunya dengan melihat kondisi dan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah,” katanya.
Namun, Nunuk mengingatkan penyediaan hidran tidak cukup hanya dengan membangun fasilitasnya. Pemerintah juga perlu memastikan hidran mendapatkan pemeliharaan dan tetap berfungsi ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Masyarakat melalui RT juga dapat dilibatkan untuk menjaga keberadaan dan kondisi hidran di lingkungan masing-masing.
“Jangan sampai hidran sudah dibangun, tetapi ketika dibutuhkan justru tidak berfungsi.
Pemeliharaan harus menjadi perhatian dan masyarakat juga perlu dilibatkan,” tuturnya.
Selain penyediaan hidran, Nunuk menilai Pemkab Kukar perlu melakukan pemetaan kawasan rawan kebakaran. Pemetaan tersebut penting untuk menentukan wilayah yang membutuhkan penguatan sarana pencegahan dan penanganan kebakaran.
Menurutnya, mitigasi kebakaran tidak seharusnya hanya dilakukan ketika peristiwa sudah terjadi. Upaya pencegahan, kesiapsiagaan, penyediaan infrastruktur pendukung hingga peningkatan kesadaran masyarakat perlu berjalan secara bersamaan.
“Mitigasi tidak hanya berbicara tentang penanganan ketika kebakaran terjadi.
Infrastruktur pendukung, pemetaan kawasan rawan dan peningkatan kesadaran masyarakat juga perlu diperkuat,” katanya.
Ia berharap kebakaran di Kelurahan Melayu menjadi momentum evaluasi bersama bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan kebakaran. Dengan dukungan sarana yang memadai dan sistem mitigasi yang lebih baik, penanganan kebakaran diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko korban dan kerugian material dapat ditekan. (*)
Tags:
Mahasiswa
Unikarta
Kategory terkait
PKKMB Unikarta, Aulia Dorong Mahasiswa Baru Bangun Karakter dan Aktif Berorganisasi
26-08-2026 05:18:18
Peringati HUT ke-28 PAN Kukar Komitmen Hadir dan Bermanfaat untuk Masyarakat
23-08-2026 13:23:34
Ketua Forum Mahasiswa Hulu Soroti Dugaan Pengurangan Karyawan Lokal di PT Bayan Resources
19-08-2026 01:45:30
Aulia Rahman Basri Pimpin KAHMI Kukar 2026–2031, Siap Perkuat Jejaring untuk Pembangunan Daerah
18-06-2026 07:07:46
KAHMI dan FORHATI Kukar Dilantik Besok, Panitia Matangkan Persiapan
17-06-2026 05:40:10
Hendra Pimpin Karang Taruna Kaltim, Tekankan Ketahanan Pangan
12-05-2026 15:50:34
Login dengan Facebook
Login dengan Google