
DUTANARASI.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, menghadiri Pra Forum Perangkat Daerah yang membahas hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Kegiatan ini berlangsung secara virtual dan bertempat di Ruang Rapat Lantai 1 Bappeda Kukar, pada Selasa (25/02/2025).
Forum ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat, sementara kepala desa serta lurah mengikuti jalannya acara secara daring.
Menurut Sunggono, pertemuan ini merupakan langkah awal sebelum pelaksanaan Musrenbang tingkat kabupaten, yang bertujuan untuk menyelaraskan usulan prioritas pembangunan dari tingkat bawah hingga ke tingkat kabupaten.
“Pada kegiatan ini, kami mendengarkan pemaparan dari seluruh camat yang menghimpun usulan-usulan prioritas dari desa dan kelurahan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam forum ini, usulan yang diajukan oleh desa dan kelurahan telah terintegrasi dalam sistem digital berbasis aplikasi.
Dengan sistem ini, proses perencanaan pembangunan dapat dilakukan lebih transparan, efektif, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Usulan-usulan itu nantinya akan langsung terhubung dengan aplikasi E-Perencanaan, yang dimiliki oleh masing-masing OPD,” jelasnya.
Menurutnya, E-Perencanaan juga mempermudah sinkronisasi antara program-program yang diusulkan oleh pemerintah desa dan kelurahan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Strategis (Renstra) OPD.
Ia berharap dengan adanya Pra Forum Perangkat Daerah itu, seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja sama dalam merancang pembangunan yang lebih terarah, sesuai kebutuhan masyarakat, serta mendukung visi dan misi pembangunan daerah secara keseluruhan.
“Semoga melalui proses ini, kita dapat melihat dengan jelas program-program prioritas yang diusulkan dan memastikan agar dapat masuk ke dalam program OPD, sehingga pembangunan di Kutai Kartanegara semakin tepat sasaran dan berkelanjutan,” tutupnya. (adv/Iam)