DUTANARASI.COM – Muhammad Bysron resmi menjabat sebagai Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kutai Kartanegara periode 2025–2030.
Bysron dilantik dalam sebuah seremoni penuh semangat di Pendopo Bupati Kukar, Minggu (20/4/2025), dengan sederet target ambisius: meloloskan lima atlet ke tim nasional dan memboyong minimal 25 medali di Peparnas 2028.
Pelantikan ini turut dihadiri oleh Bupati Kukar, Kepala Dispora, unsur Forkopimda, perwakilan Kodim 0906, Ketua KONI Kukar, serta Ketua NPCI Provinsi Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Bysron menyampaikan penghargaan kepada pengurus sebelumnya yang telah meletakkan dasar kuat pembinaan atlet disabilitas di Kukar.
“Berkat dedikasi mereka, Kukar kini punya 75 atlet disabilitas aktif dan berhasil menyumbangkan 15 medali di Peparda Kaltim terakhir,” katanya.
Sebagai ketua baru, Bysron membawa visi besar menjadikan Kukar sebagai kabupaten inklusif dan pusat pembinaan paralimpik yang diperhitungkan secara nasional. Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak hanya sebatas jargon, tapi akan ditopang dengan program nyata dan terukur.
Dalam satu tahun ke depan, ia menargetkan peningkatan jumlah atlet disabilitas sebesar 15 persen melalui pemetaan bakat di seluruh kecamatan.
Sementara dalam lima tahun, NPCI Kukar ditantang menembus panggung nasional dengan lima atlet masuk timnas dan prestasi 25 medali di ajang tertinggi Peparnas 2028.
Untuk mencapai hal itu, NPCI Kukar akan membangun sistem pembinaan berkelanjutan serta memperkuat sinergi lintas sektor, mulai dari DPRD, Dispora, Dinsos, Disdik hingga pihak swasta.
Salah satu fokus utama Bysron adalah pembangunan sekretariat NPCI yang representatif dan terintegrasi dengan Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) di kawasan Gelora Aji Imbut. Ia juga menargetkan agar 80 persen fasilitas olahraga di Kukar ramah disabilitas dalam tiga tahun ke depan.
“Ini bukan sekadar soal infrastruktur, tapi tentang memberikan ruang yang adil bagi semua untuk berkembang dan berprestasi,” tegasnya.
Bysron juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM olahraga disabilitas, termasuk pelatih, wasit, dan tenaga pendukung. Di sisi lain, ia berkomitmen menghadirkan dukungan psikologis dan sosial bagi para atlet agar siap bersaing di level tertinggi.
Menutup sambutannya, Bysron menyerukan dukungan penuh dari masyarakat Kukar.
“Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Dari Kukar, atlet disabilitas harus bisa menginspirasi Indonesia,” tandasnya. (adv/Iam)


