Instalasi Pengolahan Sampah Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, salahsatu yang di tampilkan dalam ajang TTG Kaltim 2025 (Ist)
DUTANARASI.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menunjukkan komitmennya dalam pengembangan teknologi tepat guna (TTG) di tingkat akar rumput dengan mengikuti Gelar TTG ke-11 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Ajang tahunan ini akan resmi dibuka pada Rabu (30/4/2025) dan menjadi momentum penting bagi daerah untuk menampilkan beragam inovasi sederhana namun berdampak nyata dalam kehidupan masyarakat desa.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat DPMD Kukar, Asmir Riyandi Elvandar, menuturkan bahwa keikutsertaan Kukar bukan hanya dalam rangka perlombaan semata, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan pembinaan antar-inovator dan lembaga riset nasional.
“Dalam kegiatan itu nanti akan ada forum diskusi dan temu bicara yang mempertemukan para inovator lokal dengan lembaga pembina seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” ujar Asmir.
Kukar mengirimkan empat inovasi unggulan. Pertama, alat bajak sawah modifikasi yang dapat ditunggangi, ciptaan seorang petani disabilitas yang berhasil merancang alat bantu kerja pertanian yang ramah pengguna. Kedua, inovasi pengelolaan sampah berbasis pembakaran bersuhu tinggi dari Desa Batuah, yang dikembangkan oleh Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) setempat.
Selanjutnya, inovasi kelembagaan Posyandu aktif dari Desa Batuah juga ikut bersaing di kategori kelembagaan berprestasi. Terakhir, produk olahan cokelat dari Desa Long Anai dipilih sebagai wakil Kukar dalam kategori produk unggulan lokal.
Tak hanya itu, Kukar juga menonjolkan keberadaan Posyantek-Desa sebagai ujung tombak pengembangan teknologi berbasis lokal. Beberapa di antaranya, seperti Posyantek Kumala Kukar yang memproduksi pupuk kompos dan fokus pada teknologi organik, serta Posyantek Bersinar yang telah mencatat prestasi di tingkat provinsi dan nasional.
Posyantek sendiri dibentuk melalui SK Kepala Desa, dengan struktur organisasi yang melibatkan unsur masyarakat, dan memiliki tugas mendampingi warga dalam pemanfaatan teknologi sederhana, mulai dari pengolahan kakao hingga pengolahan limbah.
“Inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat desa. Kami berharap partisipasi Kukar di ajang ini dapat menghasilkan prestasi membanggakan, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi pembinaan dan pengembangan teknologi di desa-desa,” pungkas Asmir. (adv/Iam)


