TELUK PANDAN – Rintik hujan yang mengguyur tidak menyurutkan antusiasme warga memadati tambak di pinggir Jalan Sempayang, Kecamatan Teluk Pandan. Warga dengan sabar menunggu kedatangan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman bersama Ketua TP PKK Ny Siti Robiah. Kedatangan Bupati menandai peresmian dibukanya kawasan tambak milik Kelompok Tani Tambak Sari sebagai wisata pemancingan bandeng.
Acara peresmian turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, Kepala Dinas Perikanan Kutim, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan, Kepala BKPSDM, Direktur Perumdam Tirta Tuah Benua, serta unsur Forkopimcam Teluk Pandan.
Pemancingan tersebut memiliki luas 40 hektare dan mengombinasikan pertanian, perikanan, dan pariwisata rakyat. Lahan itu juga difungsikan untuk budidaya dua komoditas unggulan pesisir Kutim, yaitu ikan bandeng dan udang vaname.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Tambak Sari Mugianto mengungkapkan ada 13 anggota dari 40 anggota yang tergabung aktif mengelola tambak dan kawasan wisata pemancingan itu. “Kami ingin tambak ini tidak hanya menjadi tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang wisata yang bisa dinikmati masyarakat. Kami berharap dukungan pemerintah, khususnya Dinas Perikanan, agar produksi meningkat dan ekonomi warga ikut tumbuh,” ujarnya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan tambak rakyat merupakan bagian penting dari 50 program prioritas Pemkab Kutim. Salah satunya adalah menargetkan pencetakan 5.000 hektare tambak baru guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka kesempatan kerja di kawasan pesisir.
“Pencetakan tambak ini bukan hanya dengan membuka lahan baru, tetapi juga mengaktifkan tambak-tambak yang selama ini tidak beroperasi. Kita ingin semua potensi yang ada di masyarakat benar-benar produktif,” tegasnya.
Peresmian tambak ini menjadi salah satu upaya nyata Pemkab Kutim dalam mendorong perkembangan ekonomi hijau. Selain mendukung ketahanan pangan, tambak dalam jangka panjang menjadi bagian dari usaha keluar dari ketergantungan pada ekonomi sumber daya alam tidak terbarukan. Dengan kata lain, ekonomi hijau dari tambak ini menjadi alternatif baru dari ekonomi pertambangan. (ADV/ProkopimKutim/DN)


