SANGKULIRANG — Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Dispar Kutim) melalui agenda “Jelajah Pulau Miang”, telah menyelesaikan program sertifikasi keselamatan. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Dispar Kutim dengan Komunitas Nasib Baik dan relawan Berani Berdampak dari berbagai wilayah.
Menurut Kepala Dispar Kutim Nurullah, program pelatihan yang diikuti 23 pemandu ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan perkembangan wisata bahari yang semakin pesat. “Kami menyelenggarakan pelatihan sertifikasi keselamatan bagi pemandu wisata air. Ini penting untuk menjaga keselamatan pengunjung yang datang ke Pulau Miang,” paparnya.
Seluruh peserta yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kutim ini menerima pelatihan komprehensif meliputi teknik penyelamatan, penanganan situasi darurat, hingga penerapan standar keamanan internasional. Demonstrasi kemampuan mereka dalam simulasi penyelamatan berhasil ditampilkan di hadapan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pada acara penutupan.
Nurullah menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pemandu wisata merupakan langkah fundamental dalam pengembangan pariwisata. “Dengan pelatihan sertifikasi ini, fasilitas pendukung wisata semakin lengkap. Wisatawan akan merasa lebih aman dan nyaman,” imbuhnya.
Tidak hanya fokus pada aspek keselamatan, program ini juga memperkenalkan edukasi lingkungan mengenai pengelolaan limbah minyak goreng dan sistem penanganan sampah desa. Materi ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melestarikan ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama Pulau Miang.
Bupati Ardiansyah Sulaiman yang hadir secara langsung menyatakan dukungan penuh terhadap program berkelanjutan ini. “Program seperti ini jangan berhenti di sini. Saya sangat mengapresiasi kolaborasi antara Dispar, komunitas, hingga relawan. Jika dilakukan secara rutin, dampaknya akan semakin besar bagi masyarakat Pulau Miang dan sektor pariwisata kita,” tuturnya.
Integrasi berbagai elemen pelatihan dalam program Jelajah Pulau Miang ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih profesional dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat lokal dalam mengelola potensi wisata bahari secara bertanggung jawab. (ADV/ProkopimKutim/DN)


