Duta Narasi, Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mendorong perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk mengambil peran aktif dalam menjamin pendidikan anak-anak pekerja.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya anak putus sekolah akibat keterbatasan akses dan mobilitas kerja orang tua.
Pemerintah daerah menilai dunia usaha memiliki tanggung jawab sosial yang tidak terpisahkan dari aktivitas operasionalnya.
Salah satu tanggung jawab tersebut adalah memastikan keberlanjutan pendidikan anak karyawan.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa peran perusahaan sangat menentukan keberhasilan perlindungan pendidikan anak pekerja.
“Perusahaan tidak boleh hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada kesejahteraan keluarga pekerja,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa masih ditemukan anak karyawan yang tidak terdata dalam sistem pendidikan karena berpindah-pindah mengikuti orang tua.
Pemkab Kutim meminta agar program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) diarahkan lebih konkret pada sektor pendidikan.
Dukungan tidak hanya berupa beasiswa, tetapi juga bantuan administratif dan fasilitas pendukung.
Ardiansyah menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi indikator utama kinerja sosial perusahaan.
“Dukungan perusahaan terhadap pendidikan harus nyata dan berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan kewajiban sosial perusahaan berjalan optimal.
Melalui sinergi tersebut, Pemkab Kutim berharap dunia usaha dapat berkontribusi nyata dalam menjamin masa depan pendidikan anak-anak pekerja.(ADV)


