Dutaanarasi, Kutai Timur – Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, secara resmi menyerahkan fasilitas kendaraan roda dua kepada jajaran Ketua Rukun Tetangga (RT). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat peran RT sebagai abdi masyarakat non-struktural.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa mobilitas yang tinggi memerlukan dukungan sarana yang memadai agar pelayanan kepada warga tidak terhambat oleh kendala teknis di lapangan.
Pemberian motor ini direncanakan mencakup seluruh wilayah Kutai Timur secara bertahap. Meski terdapat beberapa desa yang masih dalam proses realisasi, pemerintah memastikan bahwa pengadaan ini akan selesai dalam waktu dekat.
Bupati menjelaskan bahwa keterlambatan di beberapa titik murni karena penyesuaian teknis dan distribusi anggaran yang harus dilakukan secara hati-hati agar tepat sasaran.
”Fasilitas roda dua ini adalah fasilitas negara yang dipinjamkan untuk menunjang aktivitas Bapak dan Ibu sekalian sebagai ujung tombak pelayanan. Karena ini kendaraan pelat merah, maka tanggung jawab pemeliharaan dan penggunaannya ada pada daerah dan pemegang amanah,” ujar Ardiansyah Sulaiman.
Memasuki tahun 2025, dinamika keuangan daerah mengalami tantangan tersendiri akibat kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat. Namun, Ardiansyah menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan menggugurkan program prioritas bagi tingkat RT.
Penyerahan untuk Kelurahan Teluk Lingga menjadi pembuka, yang nantinya akan segera disusul oleh kelurahan dan desa lainnya di seluruh wilayah Kutai Timur.
Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) telah diinstruksikan untuk bergerak cepat. Bupati meminta agar tidak ada lagi Ketua RT yang kesulitan dalam memantau kondisi lingkungannya hanya karena masalah transportasi.
Dengan adanya kendaraan operasional ini, diharapkan koordinasi antara warga dan pemerintah tingkat kelurahan atau desa menjadi lebih sinkron dan responsif.
”Tahun ini kita siapkan untuk satu kelurahan dulu, namun jangan khawatir, bagi wilayah yang belum, insya Allah pada Maret atau April mendatang semua akan terselesaikan.
Menunggu bulan-bulan tersebut terasa cepat jika kita bandingkan dengan manfaat jangka panjang yang akan dirasakan masyarakat,” tambah Bupati optimis.
Selain aspek fasilitas, Bupati juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral para Ketua RT dalam menjaga aset negara tersebut.
Motor operasional ini bukan sekadar alat transportasi pribadi, melainkan simbol kehadiran negara di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Penggunaan yang bijak diharapkan dapat mempercepat pelaporan masalah sosial maupun infrastruktur yang terjadi di setiap sudut gang dan jalan.
Sebagai penutup, Bupati mendorong para Ketua RT untuk terus menunjukkan optimisme dalam menjalankan tugas mulianya. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, performa kerja RT diharapkan meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ardiansyah percaya bahwa kesejahteraan warga dimulai dari perhatian kecil yang diberikan oleh pimpinan lingkungan yang paling dekat dengan mereka.
”Saya ingin setiap Ketua RT melaksanakan tugas dengan penuh optimistis dan maksimal tanpa ada halangan apapun, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah di lingkungan mereka masing-masing,” pungkasnya. (Adv)


