Dutanarasi, Kutai Timur – Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Timur tengah melakukan langkah besar dalam memodernisasi manajemen lalu lintas di Kota Sangatta.
Saat ini, pemasangan perangkat Area Traffic Control System (ATCS) sedang digenjot di beberapa persimpangan strategis untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time.
Sistem ATCS ini nantinya akan dilengkapi dengan kamera pengawas canggih yang terhubung langsung ke pusat kendali. Dengan teknologi ini, petugas dapat memantau kepadatan arus lalu lintas melalui layar monitor dan melakukan intervensi jika terjadi penumpukan kendaraan di satu titik tertentu tanpa harus selalu berada di lokasi.
”Nanti pakai ATCS, jadi ada layar di sini. Kalau jalan ini di persimpangan-persimpangan, contohnya yang di Munte kemudian di Pendidikan, nanti kita pasang ATCS kontrol,” jelas Kasi Lalu Lintas Dishub Kutai Timur, Zulkarnain.
Pembangunan infrastruktur penunjang seperti tower dan tiang kamera sudah terlihat berdiri di beberapa titik. Zulkarnain optimis bahwa pengerjaan fisik akan selesai pada akhir tahun ini, sehingga proses uji coba dan operasional penuh dapat segera dimulai pada awal tahun depan.
Kehadiran ATCS ini diharapkan menjadi solusi cerdas dalam menangani masalah lalu lintas di wilayah yang terus berkembang. Berbeda dengan kamera pengawas biasa, ATCS memiliki kemampuan yang lebih kompleks, termasuk fitur audio (toa) yang memungkinkan petugas memberikan instruksi langsung kepada pengendara di persimpangan.
”Insyaallah akhir tahun ini sudah terpasang, operasinya mungkin di Januari. ATCS itu dia punya toa, kemudian dia mutar kayak WiFi begitu, dia melihat keadaan berapa sih lalu lalangnya,” ungkap Zulkarnain mengenai fitur alat tersebut.
Integrasi teknologi ini juga akan memudahkan koordinasi dengan pihak kepolisian dalam hal penindakan pelanggaran lalu lintas. Data yang terekam secara digital akan menjadi bukti akurat dalam memetakan perilaku berkendara masyarakat serta membantu dalam investigasi jika terjadi kecelakaan di jalan raya.
”ATCS berbeda dengan yang dikelola Kominfo, kalau Kominfo itu kan hanya per titik saja. Kalau ini kita pakai sistem yang lebih terpadu untuk memantau lalu lintas secara keseluruhan di persimpangan,” tegasnya. (Adv)


