Dutanarasi, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perhubungan terus melakukan inovasi dalam memantau arus lalu lintas di wilayah Sangatta.
Salah satu langkah konkret yang sedang dipersiapkan adalah pemasangan sistem Area Traffic Control System (ATCS) yang lebih canggih. Teknologi ini diharapkan mampu memberikan visibilitas maksimal bagi petugas dalam memantau kondisi lapangan secara real-time guna meminimalisir angka kecelakaan dan kemacetan.
Sistem ATCS yang baru ini direncanakan memiliki kemampuan rotasi hingga 360 derajat. Berbeda dengan kamera pengawas biasa yang hanya menyorot satu titik statis, kamera ini akan ditempatkan di sudut-sudut persimpangan untuk menjangkau seluruh area secara menyeluruh.
Dengan cakupan yang lebih luas, petugas dapat mendeteksi potensi hambatan lalu lintas dengan jauh lebih cepat dan akurat.
”Kominfo itu kan hanya per titik saja, kalau ini nanti dia mutar 360 derajat, jadi dipasang di pojok untuk memantau seluruh arah persimpangan,” ujar Zulkarnain saat menjelaskan perbedaan teknis alat tersebut.
Hingga saat ini, terdapat tiga titik utama yang menjadi fokus pemasangan, yakni Simpang Telkom, Simpang Munte, dan Simpang Pendidikan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingginya volume kendaraan yang melintas setiap harinya.
Fasilitas ini nantinya akan terhubung langsung ke pusat kendali yang memungkinkan monitoring dilakukan tidak hanya melalui layar besar di kantor, tetapi juga melalui perangkat seluler.
Keunggulan lain dari sistem ATCS ini adalah adanya fitur audio yang memungkinkan petugas memberikan teguran langsung kepada pengendara.
Jika ditemukan adanya pelanggaran kasat mata atau perilaku berkendara yang membahayakan, petugas bisa memberikan imbauan melalui pengeras suara yang terpasang di persimpangan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.
”Kalau ATCS, kita bisa menegur orang lewat kantor karena ada toa-nya. Bisa memberikan imbauan atau pengumuman langsung di situ,” tambah Zulkarnain mengenai fungsi interaktif perangkat tersebut.
Selain untuk pengawasan rutin, data dari rekaman kamera ini juga sangat berguna untuk keperluan investigasi jika terjadi kecelakaan. Petugas dapat dengan mudah menarik data rekaman berdasarkan jam dan lokasi kejadian untuk melihat kronologi peristiwa secara detil.
Integrasi data ini menjadi bagian penting dari upaya Dishub dalam menciptakan ekosistem transportasi yang lebih aman dan teratur.
Zulkarnain menegaskan bahwa pengoperasian alat ini akan dilakukan oleh tenaga ahli yang sudah ada di Dishub Kutim. Meskipun teknologinya baru, pemanfaatan sumber daya manusia internal akan dioptimalkan agar operasional berjalan efektif.
Penataan sistem ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mewujudkan Sangatta sebagai kota yang ramah lalu lintas.
”Harapannya dengan layar besar ini, semua pergerakan terpantau. Jika ada lampu merah yang bermasalah atau kemacetan, kita bisa langsung cek dan tangani segera,” pungkasnya. (Adv)


