Akses Vital Rusak Parah, Lurah Singa Geweh Desak Percepatan Perbaikan Jalan Perbatasan
Kategory
Advertorial,
05-12-2025 00:00:12
Dutanarasi, Kutai Timur - Kelurahan Singa Geweh kini tengah menghadapi tantangan besar terkait infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat. Jalan sepanjang kurang lebih 1.800 meter yang membelah wilayah perbatasan antara Kelurahan Singa Geweh dan Sangatta Selatan dilaporkan dalam kondisi rusak berat. Kerusakan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya penanganan permanen dari pihak terkait, sehingga memicu keresahan di kalangan warga setempat.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini ditengarai akibat tingginya volume kendaraan berat yang melintas tanpa adanya penyesuaian kelas jalan. Sejak tahun 2010, jalur alternatif ini sering dilewati oleh kendaraan operasional pembangunan yang membawa beban berlebih. Akibatnya, struktur jalan yang tidak dirancang untuk menahan beban berat tersebut mengalami penurunan kualitas secara drastis hingga menyisakan lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan.
"Kami sebenarnya sudah mengusulkan perbaikan jalan ini sejak tahun 2023 dalam rencana kerja di Dinas PU, namun hingga saat ini realisasinya di lapangan belum juga terlaksana sebagaimana mestinya," ungkap Lurah Singa Geweh, Supriyanto, saat memberikan keterangan terkait kondisi terkini di wilayahnya. Dampak dari kerusakan jalan ini sangat dirasakan oleh warga RT 26 yang bermukim di sepanjang jalur tersebut. Jalan ini bukan sekadar akses perumahan, melainkan jalur utama menuju pasar dan sekolah.
Pada jam-jam sibuk, yakni antara pukul 07.00 pagi hingga 14.00 siang, aktivitas warga terhambat karena kondisi medan yang sulit dilalui, terutama saat cuaca buruk yang membuat jalan semakin licin dan berlumpur. Upaya pemeliharaan yang selama ini dilakukan dinilai hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar permasalahan. Warga merindukan adanya pengaspalan atau semenisasi yang permanen agar mobilitas ekonomi mereka tidak terganggu.
Ia mencatat bahwa semenjak ia menjabat pada Januari 2020, belum ada proyek peningkatan jalan yang signifikan di titik sepanjang 900 meter yang masuk dalam wilayah administrasinya. "Kerusakan ini semakin parah karena dulu jalan dibangun tanpa mempertimbangkan kekuatan atau peningkatan beban jalan, sehingga ketika dilintasi kendaraan molen dan logistik, jalan otomatis hancur karena tidak ada perawatan rutin," tambahnya menjelaskan penyebab teknis kerusakan jalan tersebut. Pemerintah Kelurahan terus berupaya membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten guna memastikan anggaran perbaikan dapat segera diturunkan.
Meskipun terdapat isu mengenai penganggaran di tahun depan, pihak kelurahan berharap ada solusi jangka pendek yang bisa memitigasi risiko kecelakaan di jalur tersebut. Keinginan warga untuk memiliki infrastruktur yang layak dianggap sebagai tuntutan yang sangat manusiawi mengingat urgensi jalur tersebut bagi kehidupan sehari-hari. "Pada dasarnya kami hanya bisa terus mengusulkan secara maksimal kepada pemerintah kabupaten, karena kewenangan pengerjaan ada pada mereka, dan kami sangat memahami rasa kecewa warga yang terdampak langsung di lapangan," tutup Supriyanto mengakhiri pembicaraan.
(Adv)
Tags:
Advertorial
Diskominfo Kutim
Kategory terkait
Dishub Kutim Soroti Keluhan Masyarakat Terkait Rambu Membingungkan dan Pelanggaran U-Turn
06-12-2025 00:00:07
Ledakan Pengunjung di Pantai Marang dan Sukamaju Selama Libur Lebaran, Dispar Kutim Catat Rekor Baru
06-12-2025 00:00:07
Tanggapi Aksi Tanam Pisang di Jalan, Lurah Singa Geweh Pastikan Langkah Koordinasi dengan Pemkab
06-12-2025 00:00:18
Lurah Singa Geweh Dorong Transparansi Pemilihan RT dan Penyerapan Insentif di Tahun 2026
06-12-2025 00:00:18
Kutim Pastikan Kepedulian Bencana Sumatera, Skema Bantuan Disiapkan dengan Prinsip Akuntabilitas
05-12-2025 00:00:05
Rawat APILL Secara Berkala, Dishub Kutim Tegaskan Peran Daerah dan Pusat
05-12-2025 00:00:06
Login dengan Facebook
Login dengan Google