Bukan Sekadar Gangguan Jarak Pandang, Kabut Asap Jadi Pertimbangan Sekolah di Kukar
Kategory
Advertorial,
16-10-2026 10:10:00
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, menjelaskan evaluasi penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang terdampak kabut asap dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara demi menjaga kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik.
DUTANARASI.COM - Kabut asap yang kembali muncul di sejumlah kawasan Kutai Kartanegara (Kukar) membawa konsekuensi bagi kegiatan pendidikan. Di tengah upaya menjaga proses belajar tetap berjalan, kondisi kualitas udara menjadi pertimbangan penting dalam menentukan apakah siswa tetap datang ke sekolah atau mengikuti pembelajaran dari rumah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, mengatakan pihaknya tengah memantau kondisi kabut asap yang kembali terjadi. Evaluasi dilakukan terhadap sekolah-sekolah yang masih melaksanakan pembelajaran tatap muka, terutama di wilayah yang terdampak cukup berat.
Bagi Disdikbud Kukar, keberlangsungan pendidikan perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan warga sekolah.
Karena itu, keputusan mengenai metode pembelajaran harus mempertimbangkan keadaan lingkungan, termasuk tingkat pencemaran udara yang berpotensi membahayakan.
Heriansyah menjelaskan, melalui surat edaran yang telah diterbitkan, kepala korwil diminta berkoordinasi dengan kepala satuan pendidikan untuk memantau kondisi kualitas udara. Apabila indeks pencemaran udara berada dalam kategori berbahaya, pembelajaran jarak jauh menjadi langkah yang perlu diterapkan.
“Apabila indeks pencemaran udaranya sudah sangat berbahaya, kita lakukan pembelajaran jarak jauh atau PJJ,” jelasnya, Jumat (16/10/2026).
Kondisi kabut asap di Kukar sendiri tidak merata. Wilayah yang berdekatan dengan titik sumber kebakaran cenderung mengalami dampak lebih besar.
Tenggarong, misalnya, disebut sudah mengalami kondisi kabut asap yang cukup pekat. Sementara itu, sejumlah wilayah ulu, termasuk Muara Muntai, masih memiliki tingkat penyebaran asap yang relatif lebih rendah berdasarkan pemantauan yang disampaikan.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa penyesuaian pembelajaran membutuhkan pertimbangan berdasarkan kondisi setiap wilayah. Sekolah yang berada di kawasan dengan kualitas udara buruk memerlukan langkah berbeda dibandingkan sekolah yang kondisi udaranya masih relatif lebih baik.
Di sisi lain, perbedaan kebijakan antarsekolah juga menjadi perhatian.
Ketika sebagian sekolah melaksanakan PJJ dan sekolah lain tetap menggelar PTM, diperlukan evaluasi agar penerapan kebijakan lebih terkoordinasi.
Disdikbud Kukar mempertimbangkan pendekatan berbasis kecamatan untuk menyelaraskan keputusan tersebut. Melalui skema ini, kondisi wilayah akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan penerapan PJJ sehingga sekolah memiliki pedoman yang lebih jelas.
Heriansyah mengatakan pihaknya akan membahas perkembangan situasi tersebut dalam rapat evaluasi. Hasil pembahasan selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan wilayah yang perlu menerapkan pembelajaran jarak jauh melalui surat edaran.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa metode pembelajaran dapat disesuaikan dengan situasi yang berkembang.
"Ketika kondisi lingkungan tidak mendukung kegiatan tatap muka, pembelajaran jarak jauh dapat menjadi alternatif agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung dengan memperhatikan risiko kesehatan," ungkapnya.
Di tengah situasi kabut asap yang berulang, pemantauan kualitas udara dan koordinasi antara Disdikbud, korwil, serta satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah selanjutnya.
Kejelasan kebijakan diharapkan membantu sekolah dan orang tua mempersiapkan kegiatan belajar secara lebih terencana. (ADV)
Tags:
2026
Kategory terkait
Bupati Kukar Siapkan Penanganan Bertahap bagi Korban Kebakaran, Pemulihan Jadi Prioritas
12 hours ago
Bupati Kukar Ingin Masjid dan RT Jadi Garda Terdepan Cegah Kebakaran di Kukar
11 hours ago
Pemkab Kukar Kaji Hibah Aset 28 Hektare untuk Perkuat Masa Depan Unikarta
1 day ago
Munaqasyah 500 Guru Ngaji, Kukar Perkuat Standar Penerima Insentif
1 day ago
179 KDMP di Kukar Disebut Sudah Terbangun, Kendala Lahan Jadi Perhatian
1 day ago
Dana RT Kukar dan Program MBG Bakal Diselaraskan, DPMD Petakan Penerima Bantuan
16-10-2026 10:55:00
Login dengan Facebook
Login dengan Google