Bupati Kukar Janjikan Umrah Gratis bagi Guru Ngaji dan Ulama Penggerak Keagamaan Melalui Prograng Kukar Idaman Terbaik

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


DUTANARASI.COM Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri, mengumumkan sederet program unggulan dalam Rapat Kerja (Raker) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kukar 2025 di Hotel Grand Elty Tenggarong, Minggu (31/8/2025). Salah satunya adalah program umrah gratis bagi guru mengaji, ustaz-ustazah, marbot masjid, pemandi jenazah, dan alim ulama. Program ini akan dijalankan secara bertahap sesuai persyaratan yang berlaku.

Aulia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah dinamika sosial. Jangan mudah terprovokasi di lapangan, pesannya kepada para peserta raker yang dihadiri jajaran MUI kabupaten, kecamatan, komisi-komisi, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, dan pejabat Pemkab Kukar. Dalam paparannya, Aulia menjelaskan 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang menjadi strategi transformasi sosial Pemkab Kukar, program itu tidak hanya sebatas kebijakan teknokratis, melainkan dirancang sebagai pemberdayaan keagamaan berkelanjutan agar lembaga-lembaga keagamaan seperti MUI tidak sekadar bergantung pada dana operasional pemerintah, tetapi juga mampu mengakselerasi kemandirian.

Beberapa program yang menonjol antara lain: bantuan Rp25 juta untuk kegiatan keagamaan di masyarakat guna menggerakkan dakwah dan pendidikan agama; Bantuan Sekolah Swasta/Pondok Pesantren Idaman Terbaik, yang mendukung kesejahteraan guru, pembangunan sarana pendidikan, dan peningkatan kapasitas lembaga pendidikan Islam; serta Program RT-Ku Terbaik, yang mengalokasikan bantuan Rp150 juta per RT dengan kompensasi minimal Rp1 juta per keluarga per tahun sebagai peluang pengembangan ekonomi berbasis masjid, majelis taklim, dan pesantren. Selain itu, Aulia menyoroti Program Kredit Kukar Idaman Terbaik, yang memberikan akses kredit tanpa bunga hingga Rp500 juta bagi UMKM, petani, peternak, dan nelayan. Ia menilai, dengan kreativitas dan pendampingan, MUI dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk membentuk usaha sosial keagamaanc seperti koperasi syariah, peternakan wakaf, dan pusat produksi pangan halal, sehingga lembaga keagamaan dapat menjadi pusat ekonomi umat yang produktif dan mandiri.

Menurut Aulia, kemandirian MUI bukan berarti melepaskan dukungan pemerintah, melainkan memperkuat kapasitas internal agar fungsi fatwa, edukasi, dan pengawasan sosial dapat dijalankan secara otoritatif dan profesional. Penyerahan dana operasional MUI tingkat kecamatan dan komisi-komisi, katanya, bukan sekadar bantuan, melainkan investasi sosial untuk memperkuat tata kelola keagamaan di Kukar. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari arus globalisasi, pergeseran budaya akibat teknologi informasi, radikalisme, hingga degradasi moral generasi muda, yang menuntut respons lebih proaktif dari MUI.

MUI harus mampu menghadirkan fatwa yang kontekstual, dakwah yang moderat, dan pendidikan agama yang relevan dengan kebutuhan zaman, tegasnya. Aulia mengajak MUI Kukar menjadi think tank keagamaan yang mampu menghasilkan kebijakan strategis dalam pembangunan karakter bangsa, penguatan moderasi beragama, dan perlindungan nilai-nilai luhur masyarakat Kutai yang religius, toleran, dan berbudaya. Dalam kerangka Kukar Idaman Terbaik, kita tidak hanya membangun daerah, tetapi membangun peradaban.

Peradaban besar lahir dari manusia berakhlak mulia, berilmu, dan bertakwa, tandasnya. Ia optimistis dengan dukungan dana operasional dan pemanfaatan strategis dari berbagai program unggulan, MUI akan semakin mandiri, profesional, dan menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (adv/Iam)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial

dikominfo