Dari Jembatan hingga Irigasi, Pemkab Kutim Bergerak Cepat di Bumi Rapak

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Advertorial


KAUBUN - Kehadiran Wakil Bupati Mahyunadi di Balai Desa Bumi Rapak membuka ruang dialog yang terbuka dan demokratis. Dialog itu berlangsung dalam pertemuan yang dihadiri warga, Camat Kaubun, Kadisnakertrans, BPJS Ketenagakerjaan, serta perwakilan perusahaan seperti PT GAM dan PT Indexim. Kepada Wabup, warga menyoroti dua persoalan mendesak yang diharapkan segera mendapatkan penanganan dari pemerintah.

Dua persoalan tersebut ialah rusaknya Jembatan Tundano dan tidak berfungsinya saluran irigasi. Mahyunadi meminta dilakukan perbaikan darurat untuk Jembatan Tundano, sambil berjanji bahwa jembatan permanen akan dibangun tahun depan. Untuk pembangunan jembatan darurat itu, Mahyunadi meminta kolaborasi perusahaan dan gotong royong warga.

Pembangunan darurat penting mengingat fungsi vital jembatan bagi masyarakat, sementara jembatan permanen tidak bisa diwujudkan dengan cepat. Saya minta perbaikan jembatan sementara ini maksimal diselesaikan dalam waktu satu bulan. Ini menyangkut akses anak sekolah, petani, dan aktivitas warga sehari-hari.

Harus jadi, tegasnya. Sementara persoalan irigasi akibat sedimentasi, Mahyunadi menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan menyediakan ekskavator mini. Harapannya, pengerukan sedimentasi dapat dilakukan secara rutin di tingkat desa.

Ruang dialog yang dibangun Wabup nyatanya mampu menyelesaikan menemukan sekaligus menyelesaikan persoalan langsung. Dalam satu hari, Desa Bumi Rapak tak hanya mendapat kunjungan, tetapi juga solusi untuk persoalan yang selama ini mereka pendam. Jembatan akan diperbaiki, irigasi akan dibersihkan.

Kunjungan Wabup tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi bentuk pendekatan pembangunan yang lebih partisipatif dan responsif. Dengan menghadirkan langsung pemimpin daerah ke tengah warga, Pemkab Kutim menegaskan komitmennya terhadap pelayanan yang adil dan merata hingga ke pelosok desa. (ADV/ProkopimKutim/DN)

Iklan dutanarasi.com

Tags:

Advertorial