Demplot LEISA Dongkrak Produktivitas Padi Kukar hingga 74 Persen
Kategory
Advertorial,
12-09-2025 00:00:19
DUTANARASI.COM Panen raya Demonstration Plot (Demplot) padi Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) di klaster Gapoktan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Jumat (12/9/2025), mencatat hasil yang mengesankan. Produktivitas padi meningkat hingga 74 persen, dari semula 3,9 ton per hektare menjadi 6,2 ton per hektare setelah penerapan teknologi LEISA dan aplikasi digital farming berbasis drone sprayer agriculture. Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Seno Aji menilai capaian ini sebagai lompatan penting menuju kemandirian pangan.
Dengan luas lahan sawah aktif di Kukar sekitar 13 ribu hektare, teknologi ini memungkinkan panen 6 ton per hektare. Insha Allah kita bisa tiga kali panen dalam setahun. Dengan total lahan sawah 33 ribu hektare, Kaltim berpeluang swasembada pangan, ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan ini akan lebih optimal bila didukung sistem irigasi yang baik, untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk percepatan pembangunan irigasi, demi target swasembada pangan 2026. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kaltim dan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim yang memprakarsai program ini bersama Politani Samarinda. Demplot hampir 10 hektare ini terbukti meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Harapan kita, metode ini dapat diimplementasikan secara massal di sawah-sawah Kukar, katanya. Aulia juga memaparkan, dua pekan sebelumnya Pemkab Kukar bersama Kodim 0906 telah melakukan panen dengan hasil di atas 7 ton per hektare melalui intervensi perbaikan irigasi, metode tanam, dan perawatan. Ini menunjukkan potensi pertanian Kukar sangat besar bila dibarengi inovasi teknologi, tegasnya.
Program demplot LEISA ini merupakan kolaborasi Pemprov Kaltim dan BI Kaltim melalui uji coba bio-invigorasi benih terintegrasi sistem pertanian berkelanjutan input rendah (LEISA) dan pemanfaatan drone sprayer agriculture. Sistem LEISA menekankan pemanfaatan sumber daya lokal serta meminimalkan ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida sintetis, sehingga selain menekan biaya produksi, hasil pertanian lebih sehat dan ramah lingkungan. Pemkab Kukar sendiri telah mengembangkan modernisasi pertanian lewat Dinas Pertanian dan Peternakan, di antaranya penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis teknologi termasuk penggunaan drone sprayer agriculture untuk pengendalian hama dan penyakit.
Panen raya demplot ini turut dihadiri segenap unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim dan Kukar, Kepala Perwakilan BI Kaltim Budi Widihartanto, Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma Brigjen TNI Anggara Sitompul, serta kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) yang menjadi garda terdepan sektor pertanian Kukar. (adv/Iam)
Tags:
Advertorial
dikominfo
Kategory terkait
DKP Kukar Salurkan 378 Juta Benih Ikan dan Udang untuk Dorong Produktivitas Pembudidaya
21-10-2025 00:00:17
Pemerintah Kecamatan Muara Kaman Fokus Majukan Sektor Pariwisata untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
20-10-2025 00:00:19
Camat Tabang Dorong Pemerataan Akses Jalan dan Jembatan Antar Desa
16-10-2025 00:00:17
Pemerataan Pendidikan di Kembang Janggut, SKB Mulai Beroperasi Tahun Ini
16-10-2025 00:00:17
Pemkab Kukar Pastikan Tarif PBB 2025 Tak Naik, Denda Pembayaran Dihapus
16-10-2025 00:00:17
Diskop UKM Kukar Dorong UMKM Bangun Ekosistem Digital yang Berkelanjutan
16-10-2025 00:00:17
Login dengan Facebook
Login dengan Google